PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bangunan tua yang dahulu merupakan Stasiun Kereta Api (KA) Kadomas, di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, akan diaktifkan lagi.
Stasiun ini ditutup bersamaan dengan penutupan jalur kereta api pafa tahun 1984. Bangunan ini dibangun pada tahun 1908.
Penutupan karena kalah bersaing dengan moda transportasi massal lainnya.
Lintasan rel kereta api sepanjang 56,6 kilometer ini memiliki percabangan ke arah Bayah dari Stasiun Saketi.
Dari pantauan Radarbanten.co.id, bekas Stasiun KA Kadomas sudah terbengkalai. Bangunan ini ditumbuhi ilalang dan tanaman liar.
Pepohonan di sekitar pun tampak tak terawat.
Stasiun yang dulu pernah berjaya ini, kini hanya menyisakan struktur bangunan yang memiliki nilai sejarah.
Kondisi ini menjadi perhatian di tengah rencana reaktivasi jalur kereta di wilayah Pandeglang.
Warga setempat menyambut baik rencana reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang. Mereka berharap, kebangkitan Stasiun KA Kadomas bisa membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Sangat bagus kalau stasiunnya aktif lagi, karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Misalnya, bisa buka tempat penitipan kendaraan atau sektor lainnya ikut bergerak,” kata Bakti, warga setempat, Senin, 10 Februari 2025.
Bakti mengenang kejayaan Stasiun KA Kadomas pada masa lalu yang pernah menjadi kawasan ramai.
Namun, seiring perkembangan transportasi, aktivitasnya semakin berkurang hingga akhirnya ditutup.
“Saya harap pemerintah tidak hanya sekadar berencana, tapi benar-benar merealisasikan reaktivasi ini dengan komitmen yang jelas,” tuturnya.
Rencana reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan masih dibahas dan berjalan. Jalur ini memiliki panjang total 56,6 kilometer ini yang akan direaktivasi dalam dua segmen.
Segmen pertama, mencakup lintasan Rangkasbitung-Stasiun Pandeglang sepanjang 18,7 kilometer.
Segmen kedua, mencakup Stasiun Pandeglang-Stasiun Labuan sepanjang 37,9 kilometer.
Editor: Agus Priwandono












