LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Kebijakan terbaru yang menghapus nomor kursi pada Kereta Api (KA) Lokal Merak menimbulkan keluhan di kalangan penumpang. Perubahan sistem ini dinilai mengurangi kenyamanan, terutama pada jam sibuk.
Pada 1 Februari lalu, PT KAI Commuter mengumumkan bahwa untuk rute Commuter Line Merak atau KA Lokal Merak, penumpang kini bebas memilih tempat duduk tanpa adanya penomoran pada tiket. Namun, kebijakan ini ternyata membawa dampak negatif, terutama bagi penumpang yang berangkat dari stasiun selain stasiun awal.
Di Stasiun Rangkasbitung, sejumlah penumpang mengeluhkan kesulitan mendapatkan tempat duduk yang sesuai dengan harapan mereka. Banyak penumpang yang terpaksa berdiri sepanjang perjalanan karena kursi cepat terisi, apalagi bagi mereka yang tidak naik sejak awal.
“Sebelumnya, dengan adanya nomor kursi, kami merasa lebih nyaman karena sudah pasti tahu tempat duduk kami. Sekarang, kami harus berebut tempat, sangat merepotkan,” ujar Mutaqin salah satu penumpang KA Lokal dari Rangkasbitung pada Senin 17 Februari 2025.
Aikal juga menyoroti kesulitan yang dialami oleh penumpang lansia dan ibu hamil yang tidak dapat duduk dengan layak. Ia berharap PT KAI dapat segera mengevaluasi kebijakan ini agar perjalanan tetap nyaman bagi semua penumpang.
Sementara itu, Rahma, penumpang lainnya, mengusulkan agar sistem penomoran kursi diterapkan kembali, atau setidaknya ada prioritas bagi penumpang tertentu seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
“Dulu, ada nomor kursi yang membuat kita bisa duduk dengan nyaman sesuai tiket. Sekarang, kalau naik dari stasiun ramai seperti Rangkasbitung atau Serang, kita harus siap berdiri hingga Merak,” kata Rahma.
Keluhan serupa juga datang dari kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Banyak dari mereka yang terpaksa berdiri karena kursi sudah penuh saat mereka naik.
“Saya lihat ada anak kecil yang tidak kebagian tempat duduk. Ada yang harus digendong orangtuanya sepanjang perjalanan yang hampir dua jam. Itu pasti sangat melelahkan,” tambah Elisa.
Hingga saat ini, pihak PT KAI belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan perubahan kebijakan. Meskipun demikian, desakan agar sistem nomor kursi dikembalikan terus mengalir demi kenyamanan penumpang.
Dengan kebijakan baru ini, perjalanan KA Rangkasbitung-Merak kini menjadi lebih padat, baik dari segi jumlah penumpang maupun kenyamanan yang semakin berkurang.
Reporter: Nurandi
Editor: AGung S Pambudi











