LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat kecil. Melalui program modifikasi kereta penumpang kelas ekonomi (K3), KAI tengah menyiapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang yang akan beroperasi di sejumlah wilayah, termasuk Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Langkah ini menjadi angin segar bagi petani dan pedagang kecil di Banten, yang selama ini kesulitan mendapatkan akses transportasi murah, luas, dan ramah angkutan barang dagangan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa gagasan kereta ini sudah dirancang sejak Mei 2024 dan kini tengah dimodifikasi di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng.
“Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas. Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta,” ungkap Anne dalam keterangan resmi yang diterima RADARBANTEN.CO.ID dihubungi melalui telepon, Selasa 26 Agustus 2025.
Kereta Petani-Pedagang ini merupakan hasil modifikasi dari kereta kelas bisnis dan ekonomi. Uji statis dilakukan pada 14 Agustus 2025 dan uji dinamis pada 15 Agustus 2025 dengan rute Surabaya Gubeng–Lamongan (PP). Selanjutnya, proses sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub akan menjadi penentu utama operasional kereta ini secara nasional.
“Hadirnya kereta ini adalah bukti nyata komitmen KAI dalam memperluas akses transportasi publik yang inklusif, sekaligus mendukung roda perekonomian masyarakat. Kami ingin kereta api menjadi sahabat perjalanan para petani dan pedagang. Dengan transportasi yang tepat, rantai pasok akan lebih kuat, peluang usaha lebih terbuka, dan aktivitas ekonomi daerah semakin bergerak,” kata Anne.
Desain kereta ini dibuat untuk menjawab tantangan pelaku ekonomi rakyat: keterbatasan ruang angkut di moda transportasi umum. Ruang tengah yang lapang memungkinkan petani membawa hasil panen dan pedagang mengangkut barang dengan lebih leluasa.
“Momentum lahirnya kereta ini juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Kereta Api Indonesia pada 28 September 2025 yang akan datang. KAI tidak hanya menandai perjalanan panjangnya sebagai penyedia layanan transportasi publik, tetapi juga mempertegas peran strategisnya dalam membangun mobilitas bangsa,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











