SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang mengeluhkan terkait adanya kebijakan efisiensi anggaran di pemerintahan.
Pasalnya, kebijakan efisiensi akan berimbas pada pengusaha perhotelan di Kabupaten Serang, khususnya di daerah pariwisata Anyar-Cinangka. Karena, kegiatan seremonial dan kegiatan-kegiatan di hotel jadi salah satu item efisiensi yang ada pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025.
Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rachman mengatakan adanya efisiensi pemerintah pasti sangat berdampak, pasalnya, hotel-hotel di Kabupaten Serang khusunya di Anyar-Cinangka hanya ramai saat weekend saja. Itu pun kupansi hanya sekitar 25-30 persen sehingga tak bisa menutupi biaya operasional.
“Jika pemerintah enggak bantu dengan meeting bisa bisa akan ada pengurangan karyawan. Karena operasional hotel akan lebih berat lagi,” katanya, Sabtu 22 Februari 2025.
Menurutnya, adanya kebijakan efisiensi, membuat beberapa kegiatan yang sudah sempat booking dipending terlebih dahulu sembari menunggu aturan detail efisiensi di daerah.
“Kita dari PHRI Kabupaten Serang terlalu dini juga kalau sekarang langsung menyimpulkan, yang jelas dengan adanya aturan baru itu ada beberapa kegiatan dinas yang dipending, jadi kita masih menunggu dari pemdanya bagaimana untuk kelanjutannya,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan pemda selama ini yang menggelar kegiatan di hotel turut membantu peningkatan okupansi hotel. “Pastinya tiap hotel beda beda tapi secara persentase pastinya kalau kita hanya andalkan weekend okupansi kita hanya 25-30 persen tapi kalau ada Pemda mungkin bisa di 50 persen,” tuturnya.
Padahal, biaya operasional hotel cukup tinggi sehingga ditambah biaya-biaya lainnya. Ia mengaku khawatir ketika tidak ada meeting yang dilaksanakan di hotel membuat biaya operasional hotel tidak tertutupi. “Belum maintenance yang besar karena di pinggir laut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yurlena berharap agar kegiatan meeting di hotel tidak dipangkas 100 persen sehingga masih ada kegiatan-kegiatan pemerintah yang telah lama dilaksanakan di hotel. “Kita berharap Anyer ini lebih hidup lagi di weekday, karena dengan weekend saja gak mencukupi untuk biaya operasional,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











