CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Komitmen Pemerintah Kota Cilegon terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) mendapat sorotan tajam dari Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon, Madrais. Menurutnya, Pemkot Cilegon sangat minim perhatian terhadap hal ini.
Pernyataan itu disampaikan Madrais usai penutupan kegiatan Intermediate Training Tingkat Nasional (LK2) yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Cilegon di Hotel Parta Anyer, Sabtu (22/2). Kegiatan yang dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai wilayah Indonesia ini berlangsung selama 10 hari.
Madrais merasa kecewa karena tidak ada satupun perwakilan Pemkot Cilegon yang hadir sepanjang kegiatan, baik pada pembukaan, sesi materi, hingga penutupan. “Saya sangat kecewa, padahal kami sudah melakukan segala administrasi dengan baik, namun tidak ada yang hadir dari Pemkot Cilegon. Ini agenda Nasional, wajah Cilegon hadir di sini, tetapi pemerintah seakan menutup mata,” ujarnya.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional, seperti Komisioner Bawaslu RI, Rahmat Bagja, Ketua DPRD Provinsi, Fahmi Hakim, Direktur Utama Pupuk Indonesia, hingga jajaran Direksi BUMN Krakatau Steel. Namun, perwakilan Pemkot Cilegon tak terlihat sama sekali.
“Pemateri dari luar daerah hadir, tapi Pemkot Cilegon tidak peduli, saya sangat kecewa,” tegas Madrais.
Madrais menilai Pemkot Cilegon tidak menunjukkan komitmen terhadap pengembangan SDM di daerahnya dan memberi nilai Nol terhadap hal tersebut. Sebaliknya, ia memberi nilai 100 untuk agenda seremonial yang tidak jelas arah tujuannya.
“Saya beri nilai Nol untuk Pemkot Cilegon dalam pengembangan SDM, dan 100 untuk kegiatan seremonial mereka. Pemerintah seperti tutup mata terhadap proses pengembangan SDM yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa, padahal ini upaya kami untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing SDM di Cilegon,” tuturnya.
Madrais berharap Pemkot Cilegon lebih terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi mahasiswa dan menciptakan peluang kolaborasi yang lebih luas. “Mahasiswa harus diposisikan setara, dengan kesempatan yang terbuka lebar untuk berkolaborasi dalam pengembangan daerah,” tambahnya.
Editor : Merwanda












