CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, berhadapan langsung dengan massa aksi dari Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) di depan Gedung Pemerintah Kota Cilegon pada Senin (24/2). Dalam dialog tersebut, Fajar menjawab berbagai tuntutan yang disampaikan, mulai dari masalah kepemimpinan sebelumnya hingga beberapa himbauan yang diajukan.
Fajar memulai penyampaian dengan ucapan terima kasih kepada mahasiswa yang hadir, mengapresiasi peran mereka sebagai pejuang demokrasi di Kota Cilegon. “Terimakasih kepada seluruh mahasiswa yang sudah hadir. Peran kalian sangat penting karena kalian adalah pejuang demokrasi. Dan saya ingin tegaskan, sekarang tidak ada lagi Robinsar – Fajar, yang ada hanya Pemerintah Kota Cilegon,” tegasnya.
Mengenai tuntutan pertama terkait honor dan utang yang belum dibayarkan oleh Pemkot Cilegon, Fajar menjelaskan bahwa pembayaran honor untuk bulan Januari dan Februari akan dilakukan paling lambat pada bulan Maret. “Untuk yang tahun lalu, itu masih dalam proses yang sedang kami upayakan. Karena saya baru dua hari menjabat, mohon pengertiannya,” ungkapnya.
Salah satu tuntutan lainnya yang diajukan adalah soal politisasi atas nama masyarakat Cilegon. Fajar menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. “Kami di sini ingin membawa manfaat. Cilegon punya potensi besar dan kami akan mengutamakan apa yang menjadi hak masyarakat,” lanjutnya.
Politisi muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga menegaskan bahwa mahasiswa akan dilibatkan dalam proses kepemimpinannya. “Saya masih komitmen dengan janji saya saat kampanye, yaitu mengadakan Merdeka Bicara setiap bulan. Forum seperti ini akan menjadi tempat bagi kalian untuk menyampaikan aspirasi,” katanya.
Fajar kemudian menanggapi beberapa tuntutan lainnya, termasuk mengenai keterbukaan informasi publik dan upayanya untuk menjauhi praktik KKN. “Terkait janji kampanye, itu bukan hanya soal 100 hari kerja, tapi juga ada RPJMN dan RPJMD yang harus dijalankan,” pungkasnya.
Editor : Merwanda












