PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persatuan Guru Mathla’ul Anwar (PGMA) Kabupaten Pandeglang menggelar pelantikan dan rapat kerja (raker) pengurus dengan mengusung tema Mengukir Sejarah Baru, Meningkatkan Kualitas Guru. Acara ini berlangsung di Gedung MUI Kabupaten Pandeglang.
Pelantikan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah PBMA, Mohammad Zen. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang, H. Lukman Hakim, Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang, serta sejumlah unsur lainnya.
Ketua Persatuan Guru Mathla’ul Anwar (PGMA) Kabupaten Pandeglang, Muamar mengatakan bahwa pihaknya ingin menjadikan PGMA sebagai wadah yang mampu memberikan kontribusi pemikiran, tidak hanya bagi warga Mathla’ul Anwar, tetapi juga masyarakat Indonesia secara umum.
“Jumlah pengurus PGMA Kabupaten Pandeglang periode 2025-2030 yang dilantik ada 62 orang, ditambah 10 dewan penasehat,” ungkap Muamar, Selasa 25 Februari 2025.
Muamar menyebut pihaknya memiliki target khusus dalam kepengurusan kali ini, salah satunya adalah membangun database guru Mathla’ul Anwar dari berbagai jenjang, mulai dari MDTA, MI, hingga SLTA atau Madrasah Aliyah.
“Kami juga ingin memiliki kurikulum khusus, yaitu kurikulum Mathla’ul Anwar yang berbasis keislaman, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap PGMA bisa berjalan optimal dan melahirkan ide serta gagasan untuk meningkatkan kualitas guru yang profesional.
“Kami juga ingin berkolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, baik pemerintah maupun stakeholder lainnya,” tuturnya.
Muamar menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas guru, tetapi juga ingin memperjuangkan kesejahteraan bagi pengurus dan keluarga besar Mathla’ul Anwar.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar (PDMA) Kabupaten Pandeglang, Abdul Rohim berharap organisasi Mathla’ul Anwar ke depan bisa terus bersinergi, khususnya dalam pembinaan, serta berkembang sesuai dengan kompetensinya.
“Saya melihat khususnya pada kompetensi pedagogik, agar benar-benar menjadi madrasah yang dirujuk atau dituju,” kata Abdul Rohim.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat dan memperkenalkan kualitas serta kuantitas pendidikan di madrasah Mathla’ul Anwar.
“Setidaknya harus ada peningkatan lanjutan bagi guru-guru di madrasah Mathla’ul Anwar, sehingga bisa menjadi madrasah yang unggul,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak












