TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pihak pengelola Pasar 8 Alam Sutera menyatakan telah menarik peredaran pangan yang terkontaminasi zat berbahaya dari pasar tersebut.
Sebelumnya pada Senin 24 Februari 2025, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau Pasar 8 Alam Sutera. Di waktu bersamaan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang Raya menemukan sejumlah jenis pangan mengandung formalin, boraks dan pewarna tekstil di pasar 8 Alam Sutera.
Commercial Business Unit Director Alam Sutera, Andre Simandjaja memastikan, Pasar 8 Alam Sutera telah menarik seluruh pangan yang ditemukan mengandung zat berbahaya dari pasar tersebut.
“Bahan pangan yang telah terkontaminasi di Pasar 8 sudah kami tarik dari peredaran. Kami telah menginformasikan kepada pedagang untuk tidak lagi mengambil produk dari pemasok yang sama. Ke depannya, kami akan terus melakukan pembinaan kepada pedagang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas bahan yang dijual,” ucap Andre dalam siaran pers yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 26 Februari 2025.
Andre mengatakan, pihaknya juga berterimakasih atas sidak yang dilakukan Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan yang dianggap peduli terhadap keamanan bahan pangan di pasar tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wakil Walikota Tangsel yang telah memberikan dukungan penuh dan bekerja sama untuk menjaga keamanan bahan pangan demi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam sidak Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan ke Pasar 8 Alam Sutera, BPOM Tangerang Raya menemukan adanya zat kimia berbahaya di dalam sejumlah jenis makanan di Pasar Delapan, Alam Sutera, Tangsel.
Infokom BPOM Tangerang Raya, Sandhy mengatakan, hasil uji sampel pada sejumlah makanan di Pasar Delapan Alam Sutera ditemukan kandungan formalin, boraks dan pewarna tekstil.
“Ada tiga jenis tahu mengandung formalin, mie kuning juga mengandung formalin, bakso mengandung boraks dan kue basah mengandung pewarna tekstil,” ujar Shandy di Pasar Delapan Alam Sutera, Tangsel Senin, 24 Februari 2025.
Menurut Shandy, bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat ini bisa menyebabkan radikal bebas hingga kanker.
“Makanan yang menandung formalin, boraks dan pewarna tekstil memang tidak langsung sakit, tapi bahan kimia ini akan terus menumpuk di tubuh kita, jika dikonsumsi terus menerus akan mengakibatkan radikal bebas hingga kanker, kecuali kalau mengandung mikroba, bisa langsung sakit,” ujar Shandy.
Shandy menghimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap makanan mengandung zat kimia berbahaya yang beredar di pasar-pasar.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











