PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, pedagang timun suri mulai bermunculan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang.
Dari pantauan Radarbanten.co.id di jalur lintas timur AMD Pandeglang, para pedagang terlihat memajang timun suri hasil panen petani setempat untuk dijajakan kepada pembeli. Buah khas Ramadan ini mulai banyak dicari masyarakat sebagai bahan utama minuman berbuka puasa.
Salah seorang penjual timun suri Nani mengatakan dirinya mengaku sudah bertahun-tahun menjalankan bisnis musiman ini setiap kali Ramadan tiba.
“Iya, sudah panen sejak seminggu sebelum puasa. Saya memang setiap tahun jualan timun suri kalau mau bulan puasa,” ungkap Nani, pada Kamis 27 Februari 2025.
Untuk memastikan ketersediaan stok, Nani bahkan menanamkan modal ke petani timun suri. Dengan cara ini, ia bisa mendapatkan pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan selama Ramadan.
“Saya nanam modal buat stok bulan puasa, jadi enggak bisa dijual ke orang lain dulu. Kalau sudah panen, baru saya jual,” katanya.
Ia menjelaskan, harga timun suri di lapak miliknya bervariasi dan tergolong murah mulai dari Rp10.000 untuk tiga buah, hingga Rp20.000 per buah dengan berat sekitar 1 kilogram. Ada juga yang dijual seharga Rp5.000 atau Rp15.000, tergantung ukuran.
“Kalau penjualan, Alhamdulillah sama seperti tahun sebelumnya, selalu ada yang beli,” ujarnya.
Dari bisnis musiman ini, Nani bisa meraup keuntungan sekitar Rp800 ribu per hari menjelang Ramadan. Dalam sebulan, omzetnya bisa mendekati Rp5 juta.
Ia berharap penjualannya tahun ini bisa lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Harapannya, mudah-mudahan jualannya lancar dan omzetnya naik dari tahun lalu,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











