SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Februari 2025, Banten kembali mengalami deflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mengumumkan berita resmi statistik mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2025 menunjukkan adanya penurunan, baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun tahunan (year on year/yoy).
Kepala BPS Provinsi Banten, Faizal Anwar, mengatakan, tingkat deflasi pada bulan Februari 2025 dibandingkan bulan Januari 2025 tercatat sebesar 0,66 persen.
Sedangkan, deflasi tahunan untuk Provinsi Banten mencapai 0,33 persen.
Kata dia, lima kota IHK di Provinsi Banten mengalami deflasi tahunan, dengan deflasi terdalam terjadi di Kota Serang sebesar 1,32 persen.
Sementara, deflasi terendah tercatat di Kota Tangerang yang hanya 0,04 persen.
Februari 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi utama terhadap andil deflasi secara bulanan (mtm) berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang mencatatkan deflasi sebesar 6,26 persen dengan andil deflasi sebesar 0,72 poin persen.
Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang deflasi sebesar 0,51 persen.
Diikuti oleh kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan deflasi sebesar 0,16 persen. Serta, kelompok pakaian dan alas kaki yang mencatatkan deflasi sebesar 0,01 persen.
Sementara itu, kelompok-kelompok lainnya seperti kesehatan, transportasi, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, rekreasi, olahraga, dan budaya, pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, mengalami inflasi.
“Jika dilihat dari perspektif tahunan (yoy), hanya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencatatkan deflasi sebesar 17,71 persen, dengan andil deflasi sebesar 2,32 poin persen,” ujarnya.
Sementara itu, kelompok-kelompok lainnya memberikan andil terhadap inflasi.
Tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,51 poin persen), kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,47 poin persen), serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang mencatatkan andil inflasi sebesar 0,44 poin persen.
Editor: Agus Priwandono











