LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Harga cabai di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Harga cabai rawit oranye di Pasar Rangkasbitung mencapai Rp 150.000/kilogram, naik dari Rp36.000/kilogram.
Kenaikan harga yang signifikan ini membuat Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Lebak, Rahmat, terkejut. Pasalnya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ada indikasi gagal panen di kalangan petani cabai dan distribusi pun berjalan lancar.
“Saya heran, harga cabai bisa setinggi itu. Padahal dari hasil pemantauan kami, produksi petani masih normal dan tidak ada kendala berarti,” ujar Rahmat kepada wartawan, Selasa, 4 Maret 2025.
Rahmat menegaskan bahwa petani tetap melakukan panen seperti biasa, meskipun ada gangguan hama yang masih dalam batas wajar.
“Kalau panen lancar dan distribusi tidak ada hambatan, seharusnya harga tidak melonjak seperti ini,” tegasnya.
Pada pertengahan bulan Januari 2025, harga cabai rawit merah mulai turun menjadi Rp 107.000/kilogram setelah permintaan kembali normal.
Rahmat menduga, lonjakan harga ini berkaitan dengan mekanisme pasar, terlebih saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
“Biasanya cabai hasil panen di Lebak dijual ke luar daerah, sedangkan cabai yang beredar di pasar lokal berasal dari luar Lebak. Ada semacam pertukaran pasokan, yang mungkin mempengaruhi harga,” ucapnya.
Pedagang di Pasar Rangkasbitung, Meti, membenarkan kenaikan harga cabai dalam sepekan terakhir.
“Cabai oranye sekarang Rp 150 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 80 ribu. Cabai keriting juga naik dari Rp 45 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











