LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kebakaran hebat terjadi di Perumahan BTN Pepabri Blok A 10, Kampung Bojongleles, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Kamis, 13 Maret 2025 pagi. Kebakaran ini dipicu oleh kebocoran tabung gas di rumah milik Ade Solih. Kejadian ini pun jadi peringatan bagi warga untuk lebih berhati-hati saat memasak sahur.
Kepala Regu (Danru) Damkar Lebak, Ade Apriyadi, mengatakan, insiden ini harus menjadi pelajaran untuk selalu memeriksa kondisi tabung gas sebelum digunakan. Terutama saat sahur, jangan sampai kebocoran gas yang dibiarkan begitu saja malah menyebabkan ledakan api.
“Jadi harus berhati-hati, terlebih saat waktu sahur. Jadi ketika tabung gas bocor, jangan menyalakan si kompor tersebut maka akan memunculkan ledakan api,” terang Ade Apriyadi kepada Radarbanten.co.id, Sabtu 15 Maret 2025.
Ade juga menyoroti pentingnya ventilasi udara yang cukup di dapur, karena banyak rumah yang kurang memperhatikan hal ini. Ventilasi yang buruk bisa membuat gas yang bocor mudah menyebar, dan justru berbahaya.
“Masyarakat kurang teredukasi sehingga salah penanganan. Karena kebanyakan dapur di perumahan kurang ventilasi,” ujar Ade.
“Ketika bocor, gas keluar di ruangan dapur karena tidak ada ventilasi, jangankan menyalakan kompor, nyalakan atau mematikan lampu saja nggak boleh,” sambungnya.
Kebakaran yang terjadi di rumah Ade Solih ini mengakibatkan dua warga mengalami luka bakar. Ade pun mengingatkan agar warga selalu memeriksa kompor gas secara berkala sebelum digunakan. Kalau bau gas tercium, segera matikan kompor, buka jendela untuk ventilasi, dan jangan menyalakan api atau listrik.
“Pastikan kompor dalam kondisi aman dan tidak ada kebocoran gas sebelum digunakan. Jika mencium bau gas, segera matikan kompor dan buka jendela untuk ventilasi,” imbuhnya.
Dengan kejadian ini, Damkar Lebak mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan gas, terutama saat sahur, agar kejadian serupa tidak terulang.
Editor : Merwanda











