SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten bersama kabupaten/kota menyiapkan 54 posko kesehatan lapangan. Selain memberikan layanan medis, ada juga pelayanan kesehatan tradisional.
Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, 54 unit posko kesehatan lapangan berada di sepanjang jalur mudik, rest area, tempat wisata, terminal, stasiun, hingga bandara. “Lokasi posko kesehatan itu hasil koordinasi dengan kolaborasi dengan Polda dan Polres, serta stakeholder lainnya seperti ASDP dan MMS,” ujar Ati.
Bahkan, lanjutnya, Dinkes juga bekerjasama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) yang ikut berpartisipasi dalam posko kesehatan, terutama di Pelabuhan Merak dan stasiun. Selain posko kesehatan lapangan, ada juga posko lainnya. Yaitu posko kendali utama di Dinkes Provinsi Banten dan posko kendali di Dinkes kabupaten/kota.
Kemudian, ada juga posko kesehatan yang siap siaga 24 jam, yakni posko siaga utama di 253 puskesmas dan 131 rumah sakit yang menjadi posko rujukan utama.
Kata dia, posko kesehatan itu akan beroperasi pada H-7 hingga H+7. “Posko ditambahkan posko kesehatan tradisional, jadi layanan yang diberikan bukan hanya medis, tapi juga tradisional, seperti pijat atau pun minuman tradisional, seperti jamu-jamuan,” tutur Ati.
Ia juga mengatakan, selain memberikan layanan kesehatan, pihaknya juga memberikan kegiatan promotif edukatif untuk pemudik agar tercegah dari bahaya. Selain pemudik, edukasi juga diberikan kepada para pedagang makanan. Lantaran, saat arus mudik dan arus balik, kasus keracunan makanan cukup sering ditemui.
Bahkan, Ati mengungkapkan, bagi masyarakat yang belum mengikuti atau mendapatkan cek kesehatan gratis bisa mendapatkan layanan itu di posko kesehatan. “Kalau yang belum, kami membuka layanan gratis,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











