SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan segera diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja alias PPPK.
Kabar ini disampaikan langsung oleh anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, saat melakukan dialog publik dengan honorer kode L, R2, R3, dan non database di Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang, Selasa, 25 Maret 2025.
Mardani mengatakan, berdasarkan hasil rapat terakhir dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI, pengangkatan PPPK maupun CPNS paling lambat dilakukan pada bulan Oktober 2025.
Pernyataan Mardani ini menjadi angin segar bagi para pegawai honorer yang sebelumnya gundah karena sebelumnya, pengangkatan mereka ditunda
“Kalau terakhir kan Oktober 2025, tapi tadi ada perkembangan bahwa ada yang April, Mei, dan Juni,” kata Mardani kepada wartawan.
Mardani mengaku bahwa untuk melakukan pengangkatan honorer menjadi PPPK ini diperlukan proses yang tidak mudah dan rumit. Terlebih, Kemenpan RB ingin pengangkatan ini dilakukan secara detail dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing instansi.
“Mengurusi perut temen-temen semua ini memang repot, tapi ini merupakan bentuk negara hadir. Kita berkomitmen untuk bagaimana teman-teman bisa segera diangkat,” ungkapnya.
Mardani mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang telah melakukan penataan database honorer secara rapi.
Pemprov Banten telah berhasil mendata dan mengajukan semua tenaga honorer di lingkungannya untuk menjadi calon PPPK. Sebab, daerah kerap mengalami kendala pada pendataan honorer.
“Ini contoh bagus, baik Pemprov maupun DPRD Banten sangat mendukung program rekrutmen honorer jadi PPPK. Problemnya memang ada di pusat, terutama pada aturan di PAN RB dan BKN yang cukup rumit,” ujar Mahdani.
Ia menyebut bahwa pihaknya akan terus mendorong agar proses ini dipercepat. Bahkan, dirinya akan siap memfasilitasi Gubernur Banten untuk bertemu dengan Menpan RB guna mempercepat penyelesaian honorer di Banten.
“Saya akan segera menghubungi Ibu Menpan agar membuka pintu lebar-lebar bagi Gubernur Banten. Mudah-mudahan ini membawa kabar baik,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











