PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO ID – Anggota Komisi I DPR RI Rizki Natakusumah mengungkap Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani-Iing Andri Supriadi memimpin Pandeglang di masa yang cukup sulit. Karena alokasi anggaran transfer dari pemerintah pusat ke daerah dipangkas sampai Rp107,4 Miliar.
Pemangkasan tersebut mengakibatkan proyek infrastruktur jalan, irigasi dan lainnya batal dilaksanakan di tahun 2025 akibat terdampak efisiensi. Batalnya proyek maka membuat terjadinya pelambatan pembangunan jalan khususnya di Kabupaten Pandeglang.
Anggota DPR RI Rizki Natakusumah meminta kepada masyarakat agar memberikan kesempatan kepada Dewi-Iing dalam memimpin Kabupaten Pandeglang.
“Kasih waktu, kepada Dewi-Iing untuk bisa sukses. Karena (untuk membangun Pandeglang) butuh kerja akrobatik karena keuangan negara lagi paceklik,” katanya usai buka puasa bersama di kediamannya di Kampung Ambu Leuit, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Jumat 28 Maret 2025.
Kondisi keuangan negara saat ini sedang cekak. Artinya kondisi keuangan di pemerintah pusat sedang mengalami defisit.
“Jadi Dewi-Iing memimpin di masa yang cukup sulit. Belum juga pulih dari Covid-19, kebijakan sekarang ada efisiensi, namun masyarakat tidak mau tahu,” katanya.
Masyarakat memiliki penilaian sendiri. Mau itu kebijakan presiden, mau itu peraturan pemerintah, peraturan menteri, mau itu undang-Undang tetap yang salahnya itu bupati.
“Mau itu keputusan kementerian apapun, peraturan kementerian sampai berdampak terhadap ekonomi. Masyarakat tidak ingin tahu, tahunya bupati, dan untuk itu mari kita bangun optimisme dan yakin bahwa Pandeglang maju,” ungkapnya
Editor: Mastur Huda











