LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Demi keselamatan wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata pantai, Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki mengimbau kepada para wisatawan agar tidak berenang ke tengah laut.
Peringatan itu menyusul musibah hingga Sabtu, 5 April 2025, terjadi 20 kejadian laka laut (wisatawan terseret ombak), dimana 19 kasus dapat diselamatkan oleh tim Balawista Lebak dibantu dengan aparat yang melakukan patroli di kawasan wisata pantai.
Selain mengimbau agar tidak berenang ketengan laut, orang nomor satu di Korps Bhayangkara Lebak ini juga meminta agar wisatawan tidak melakukan snorkling maupun diving bila tanpa didampingi pemandu.
“Untuk keselamatan para wisatawan, jangan berenang ke tengah pantai. Patuhi imbuan dari petugas, pengelola wisata, maupun tim Balawista. Tidak melakukan snorkling, diving, tanpa adanya pemandu. Tak kalah penting juga jangan memaksakan diri apabila di lokasi wisata sudah penuh,” kata Herfio Zaki, Minggu, 6 April 2025.
Selain itu, bagi keluarga yang membawa anak, untuk menjaga anak agar tidak bermain atau berenang di pantai sendiri tanpa pengawasan orang tua atau dewasa.
“Jaga keselamatan anak-anak. Sehingga, berwisata dengan aman dan tenang,” ujarnya
Kabag Ops Polres Leba, Kompol Edy Prasetyo menambahkan, pihaknya juga mendirikan pos pengaman di sejumlah objek wisata seperti di Pantai Tanjung Panto, Pantai Bagedur, Pantai Kelapa Warna, Pantai Sawarna, dan wisata Baduy.
“Anggota juga terus berpatroli di objek wisata, mengingatkan para wisatawan untuk mematuhi rambu-rambu larangan seperti tidak berenang ke tengah laut,” katanya.
Ketua Bawista Kabupaten Lebak, AM Erwin Komarasukma mengatakan, pihaknya terus mengingatkan agar wisatawan tidak berenang ke tengah pantai.
“Kami juga terus mengimbau kepada para pengunjung untuk senatiasa waspada dan mengikuti arahan dari petugas pantai yang stanby berjaga membantu situasi di pantai. Jangan sampai awalnya ingin berlibur dan bersenang-senang bersama keluarga menikmati keindahan pantai jadi berbuah malapetaka,” kata mantan anggota DPRD Lebak ini.
Editor: Agus Priwandono











