LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kesadaran pedagang, terutama pedagang sayuran, di Pasar Rangkasbitung, akan kebersihan masih rendah. Mereka membuang sampah tidak ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak.
Akibatnya sampah sayuran busuk berserakan dan mengganggu kenyamanan transaksi jual beli di pasar terbesar di daerah yang dipimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
“Ya, pedagang pasar (tidak biang sampah ke TPS). Masih banyak tidak sadar, buang sayuran busuk sembarangan. Tak mau di wadahin,” kata Kepala DLH Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, Senin, 7 Maret 2025.
Dia mengatakan, sampah di Kabupaten Lebak selama libur Lebaran Idul Fitri 2025 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Biasanya, volume sampah yang dihasilkan setiap hari mencapai 100 ton menjadi 129 ton.
“Masih tinggi, 129 ton per hari yang biasanya 100 ton per hari,” katanya.
Iwan mengatakan, pihaknya memberlakukan siaga 24 jam kepada petugasnya selama Lebaran dan pasca Lebaran.
Hal itu dilakukan sebagai antisipasi penumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Rangkasbitung.
“Alhamdulillah, tidak terjadi sampai ada penumpukan sampah di sejumlah titik tempat pembuangan sampah di masyarakat,” ujarnya.
Dia mengatakan, dalam penanganan sampah ini pihaknya mengoptimalkan 13 armada untuk mengangkut sampah hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dengung, Kecamatan Maja.
Selain itu, juga disebar tong sampah di tempat-tempat keramaian dan pinggir jalan raya agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami mengimbau warga agar membuang sampah ke tong-tong yang telah disediakan, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan bersih,” ucapnya.
Editor: Agus Priwandono











