PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sudah puluhan tahun warga Desa Manglid, Kecamatan Cibitung mengalami kesulitan menyeberangi aliran Sungai Cibuluh saat musim hujan.
Warga mengalami kesulitan melewati Sungai Cibuluh karena tidak adanya akses jembatan menghubungkan tiga kampung di Desa Manglid, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.
Tidak adanya jembatan menyebabkan warga harus bertaruh nyawa saat akan menyeberangi aliran Sungai Cibuluh yang meluap setiap saat setelah hujan deras.
Bahkan dampak dari tidak adanya jembatan pada tahun 2016 seorang warga meninggal dunia karena hanyut terbawa derasnya air sungai. Pemerintah desa setempat beberapa kali mengajukan karena prihatin melihat anak-anak harus bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai.
Namun sayangnya usulan pembangunan jembatan belum direalisasikan hingga sekarang ini.
Kepala Desa Manglid, Kecamatan Cibitung, Sanusi mengatakan, sudah puluhan tahun warganya mengharapkan adanya pembangunan jembatan.
“Jembatan sangat dibutuhkan untuk akses warga menyeberangi Sungai Cibuluh. Tanpa ada jembatan warga mengalami kesulitan saat akan menjalankan aktivitas sehari-harinya,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 23 April 2025.
Warganya mengalami kesulitan ketika tiba musim hujan. Seperti hari Rabu, 23 April 2025 ini.
“Aliran Sungai Cibuluh meluap. Membuat warga harus ekstra hati-hati saat akan menyeberangi sungai karena arusnya sangat,” katanya.
Sanusi merasa prihatin dan khawatir saat melihat anak-anak mau pergi ke sekolah harus melewati aliran Sungai Cibuluh. Oleh karena itu kehadiran jembatan menjadi hal utama dibutuhkan oleh warganya.
“Dan syukur alhamdulillah tahun 2025 ini ada relawan yang siap bangun jembatan. Oleh relawan Cisaka dari Bandung,” katanya.
Pada saat ini, diungkapkan Sanusi, pengerjaan pembangunan jembatan sudah mulai berjalan.
“Dan masyarakat gotong-royong tiap hari karena memang mau jembatan,” katanya.
Editor : Aas Arbi












