CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Aduan masyarakat soal praktik percaloan tenaga kerja di Kawasan Industri Modern Cikande langsung ditindaklanjuti.
Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana Putra, bersama legislator Dedi Haryadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Polyplex Film Indonesia, Jumat (2/5).
Langkah cepat ini diambil setelah Dede menerima keluhan dari warga melalui pesan media sosial. Aduan itu menyebut adanya dugaan pungutan liar dalam proses rekrutmen karyawan di perusahaan manufaktur film plastik tersebut.
“Pak Dewan, tolong sampaikan ke Ibu Bupati Serang agar sidak ke Polyplex. Katanya ada tenaga kerja yang diterima karena bayar lewat calo,” ujar Dede mengutip pesan warga.
Tidak tinggal diam, Dede pun bergerak cepat. Ia mendatangi langsung PT Polyplex dan menemui jajaran manajemen.
“Karena Bupati terpilih Ibu Ratu Zakiyah belum dilantik, saya ambil langkah duluan. Ternyata HR Manajernya sahabat lama saya di APINDO. Dan benar, dugaan itu juga tercium oleh pihak perusahaan,” terang Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten itu.
Menurut Dede, pihak manajemen PT Polyplex mengakui telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terindikasi terlibat.
“Pihak perusahaan sedang memerangi praktik pungli ini. Bahkan yang terlibat langsung diberhentikan. Kita apresiasi langkah itu,” katanya.
Dede menegaskan dukungannya untuk bersih-bersih dunia kerja dari praktik calo. Ia bahkan akan membawa masalah ini ke DPRD Provinsi Banten dan DPRD Kabupaten Serang.
“Kita tidak main-main. Kita minta perusahaan bersih, kita akan koordinasi dengan kepolisian. Vendor-vendor juga akan kita telusuri. Masyarakat jangan terus jadi korban,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dede juga berkomitmen akan menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Serang terpilih, Ratu Zakiyah.
“Ini akan saya laporkan langsung. Ibu Ratu sejak awal punya komitmen memberantas pungli tenaga kerja. Ini harus jadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Senior Manager HR PT Polyplex Film Indonesia, Raja Armansyah Pasaribu, memastikan bahwa perusahaan menolak keras segala bentuk praktik percaloan.
“Masuk ke Polyplex itu gratis. Tidak ada pungutan apa pun. Kita hanya lakukan tes tertulis, matematika, dan psikologi. Kalau ada yang mengaku bisa bantu masuk dan minta uang, itu penipuan,” katanya.
Raja menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap oknum internal maupun eksternal yang terbukti melakukan pungli.
“Kami sedang bersih-bersih, dan akan lanjutkan kampanye ke masyarakat: masuk kerja di Polyplex itu tanpa bayar. Kalau ada yang tahu praktik mencurigakan, tolong laporkan ke kami,” tegasnya.
Raja juga mengapresiasi kunjungan Dede Rohana dan meminta dukungan penuh dari pemerintah.
“Kami butuh dukungan Dewan dan nanti Bupati Serang agar bersama-sama memberantas pungli rekrutmen. Ini demi keadilan bagi para pencari kerja,” pungkasnya.
Senada, Dedi Haryadi mengaku akan terus mengawal penindakan kasus ini.
“Sebagai wakil dari daerah pemilihan sini, saya akan terus konsen. Kalau satu perusahaan berani buka suara, saya yakin perusahaan lain juga akan ikut. Ini saatnya bersih-bersih,” tandasnya.
Editor: Abdul Rozak











