slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Eventonomic, Solusi Banten Hindari Bencana Demografi

Aas Arbi by Aas Arbi
09-05-2025 16:06:43
in Wacana Publik
Eventonomic, Solusi Banten Hindari Bencana Demografi

Endan Suwandana (ketiga dari kiri).

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Endan Suwandana – Widyaiswara Ahli Utama Provinsi Banten

Provinsi Banten sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2045. Dokumen ini akan menjadi arah pembangunan selama dua dekade mendatang, sejalan dengan visi nasional “Asta Cita Indonesia Emas 2045” yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju. Namun ada satu ancaman besar yang perlu diantisipasi sejak dini: bencana demografi.

Dominasi usia produktif seharusnya menjadi bonus dan berkah. Tetapi jika tidak dikelola dengan tepat, justru bisa berubah menjadi beban. Rendahnya serapan tenaga kerja, ketimpangan keterampilan, serta minimnya aktivitas ekonomi rumah tangga menjadi kombinasi berbahaya yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura telah membuktikan bahwa bonus demografi bisa menjadi mesin pertumbuhan jika ditopang oleh tenaga kerja terdidik, penguasaan teknologi, dan dukungan industri modern. Dengan perisapan yang matang, dalam dua dekade, mereka melesat dalam produktivitas dan pendapatan per kapita. Sayangnya, Indonesia justru menghadapi situasi sebaliknya. Per Agustus 2024, lebih dari 70% penduduk berada pada usia produktif, tetapi lebih dari 35% tenaga kerja masih berpendidikan SD ke bawah. Ironisnya, lulusan SMK—yang dirancang siap kerja—justru menyumbang angka pengangguran tertinggi.

Banten, meskipun unggul dari sisi infrastruktur, mencatat tingkat pengangguran terbuka 7,97%—tertinggi kedua secara nasional. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur fisik tak cukup tanpa strategi pembangunan manusia yang kontekstual.

Dari Industri ke Komunitas: Perlu Transformasi Paradigma

Kita perlu mengubah cara pandang terhadap sektor ekonomi. Dunia kerja sedang mengalami transformasi besar. Otomatisasi dan kecerdasan buatan telah memangkas banyak jenis pekerjaan formal. Sementara itu, sektor informal dan ekonomi komunitas justru tumbuh menjadi tulang punggung, menyerap sekitar 60% tenaga kerja nasional. Dari sektor inilah mayoritas masyarakat kita dapat mempertahankan kehidupannya.

Sektor tersier—meliputi jasa, kreativitas, dan komunitas—perlu didorong menjadi pusat pertumbuhan baru. Tak sekadar menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga menjawab kebutuhan manusia akan makna, kebahagiaan, dan relasi sosial. Ekonomi bukan lagi sekadar soal bertahan hidup, tapi juga soal hidup yang bermakna.

Menggerakkan Ekonomi dari Rumah Tangga

Dalam struktur PDB Indonesia, konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 53%—terbesar dibandingkan ekspor, investasi, maupun belanja pemerintah. Artinya, denyut utama ekonomi berasal dari aktivitas masyarakat sehari-hari. UMKM menyumbang sekitar 61% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun, pembangunan masih cenderung bertumpu pada proyek-proyek besar, bukan pada penguatan basis ekonomi warga.

Di sinilah pendekatan eventonomic menjadi relevan: strategi pembangunan berbasis kegiatan sosial dan komunitas, yang mendorong perputaran ekonomi secara alami tanpa perlu bergantung pada anggaran besar atau industri raksasa.

Bayangkan sebuah kegiatan sederhana seperti manasik haji anak PAUD. Meski tampak kecil, kegiatan ini menghidupkan berbagai sektor: penjahit baju ihram, pedagang makanan, fotografer, hingga sopir angkot. Satu event seperti ini bisa memicu perputaran uang puluhan juta rupiah, tanpa harus menggunakan dana APBD.

Baca Juga :

Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren 

MTQ Provinsi Banten 2026: Memasyarakatkan Al-Qur’an, Menguatkan Iman dan Takwa di Tanah Seribu Ulama dan Sejuta Santri

DP3AKKB Banten Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan AI

Mengapa Pemerintah Daerah Harus Mengelola “Ilmu Titipan”?

Eventonomic juga bisa menjadi alat perencanaan mikro yang efektif. Setiap event membuka peluang lapangan kerja temporer, mengaktifkan belanja lokal, dan memetakan potensi warga. Di dalam RPJMD, pendekatan ini bisa diintegrasikan ke dalam program lintas dinas: pendidikan, UMKM, pariwisata, sosial, dan olahraga.

Memang, ada kalanya event-event komunitas seperti lomba sekolah atau manasik PAUD menimbulkan keluhan dari sebagian orang tua karena biaya tambahan. Namun jika seluruh event dihentikan hanya demi menghindari beban itu, justru akan mematikan denyut ekonomi mikro. UMKM, pedagang kecil, jasa penjahit, fotografer lokal, hingga sopir angkot sangat bergantung pada frekuensi event di daerah untuk menjaga perputaran pendapatan mereka. Mereka tidak hidup dari proyek besar, tetapi dari keramaian kecil yang terjadi secara rutin.

Solusinya bukan menghentikan event, melainkan merancangnya agar lebih inklusif dan efisien. Gunakan sumber daya lokal, dorong gotong royong, dan libatkan sponsor mikro atau dana CSR agar biaya tidak seluruhnya ditanggung warga. Dengan pendekatan seperti ini, event tetap berjalan, ekonomi tetap bergerak, dan partisipasi sosial tetap terjaga—semua pihak mendapat manfaat tanpa harus merasa terbebani.

Dari Bertahan Hidup ke Ekonomi Kreativitas

Ekonomi global kini bergerak dari yang bersifat ekstraktif ke arah ekonomi berbasis kreativitas dan komunitas. Kita bisa belajar dari ilustrasi perkembangan sebuah pulau kecil.Generasi pertama di pulau itu, meraka akan fokus untuk bertahan hidup: menangkap ikan, menanam padi.Generasi berikutnya membangun sistem, menjadi guru, menjadi perawat. Ketika semua bidang pekerjaan yang mencukupi kebutuhan primer dan sekunder telah tercukupi, maka lahirlah generasi ketiga yang menciptakan nilai dari seni, hiburan, dan ekspresi diri.

Jika pembangunan berhenti pada sektor primer dan sekunder, maka banyak potensi manusia yang terbuang. Lihatlah komunitas cosplay, burung kicau, e-sport, hingga konten kreator digital—semuanya menciptakan nilai ekonomi nyata. Event cosplay lokal, misalnya, bisa meraup omzet hingga Rp150 juta dalam satu akhir pekan. Komunitas burung kicau bahkan memutar ekonomi nasional senilai Rp3–5 triliun per tahun (Tempo, 2024).

Bayangkan jika setiap akhir pekan ada satu event kecil di setiap kota/kabupaten. Dengan asumsi 54 akhir pekan dalam setahun, kita bisa menciptakan 54 titik perputaran ekonomi lokal hanya dari kegiatan komunitas. Efeknya bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial—rasa memiliki, partisipasi, dan kebahagiaan warga meningkat.

Penutup: Pembangunan yang Membumi

RPJMD Banten ke depan tak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik. Ia harus mampu menjawab pertanyaan dasar: bagaimana membuat warga merasa hidup, tumbuh, dan berarti? Eventonomic adalah salah satu jawabannya—jalan membumi untuk membangun ekonomi dari bawah, melalui sektor informal yang menjadi tulang punggung mayoritas rakyat.

Sudah saatnya kita tidak terpaku pada investasi besar atau proyek nasional. Kita bisa mulai dari apa yang ada—aktivitas sehari-hari masyarakat. RPJMD Banten harus menjadikan eventonomic sebagai strategi resmi. Dinas terkait harus berkolaborasi merancang program yang menggerakkan komunitas, bukan hanya menyerap anggaran.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Jika tak ingin bonus demografi berubah menjadi bencana, kita harus mulai menggerakkan ekonomi dengan cara yang lebih manusiawi dan membumi—dimulai dari event kecil di lingkungan sekitar.

Tags: bencana demografibonus demografiEndan Suwandanawacana publikwidyaiswara
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Raker ke-23 di Untirta, Kampus Harus Berkontribusi Terhadap Bangsa

Next Post

Ancaman Krisis Air Bersih di Lebak Meningkat, BPBD Minta Warga Siaga Hadapi Musim Kemarau

Related Posts

Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren 
Uncategorized

Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren 

by Aas Arbi
Minggu, 19 Juli 2026 13:59

Penulis : Dr. H. Encep Safrudin Muhyi. MM. M. Sc Muqaddimah  Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia...

Read moreDetails

MTQ Provinsi Banten 2026: Memasyarakatkan Al-Qur’an, Menguatkan Iman dan Takwa di Tanah Seribu Ulama dan Sejuta Santri

DP3AKKB Banten Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan AI

Mengapa Pemerintah Daerah Harus Mengelola “Ilmu Titipan”?

Budaya Fast Content: Mengapa Generasi Sekarang Sulit Menikmati Sesuatu dalam Waktu Lama?

Muharram Momentum Menata Masa Depan 

Menggugat Sesat Pikir Implementasi Pancasila dari Hipogram Orde Baru Menuju Ruang Dialektika Papan Catur

Idul Adha, Teladan Keluarga Nabi Ibrahim

Haji dan Makna Perjalanan Spiritual 

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Next Post

Ancaman Krisis Air Bersih di Lebak Meningkat, BPBD Minta Warga Siaga Hadapi Musim Kemarau

Berantas Premanisme, Polresta Tangerang Gelar Operasi Skala Besar

Kolaborasi Jadi Kunci, Intan Ajak Warga Mekar Baru Bersatu Dorong Pembangunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

686 Hektare Lahan Sawah di Pandeglang Kekeringan

686 Hektare Lahan Sawah di Pandeglang Kekeringan

Rabu, 22 Juli 2026 11:51
Kapolresta Serang Kota Hadiri Pembukaan Rakernis Ditpamobvit Polda Banten TA 2026

Kapolresta Serang Kota Hadiri Pembukaan Rakernis Ditpamobvit Polda Banten TA 2026

Rabu, 22 Juli 2026 11:24
MTQ Kabupaten Serang Dimulai, Jadi Ajang Pembinaan untuk Tingkatkan Prestasi

MTQ Kabupaten Serang Dimulai, Jadi Ajang Pembinaan untuk Tingkatkan Prestasi

Rabu, 22 Juli 2026 10:30
Cegah Penularan DBD, Kantor Satpol PP dan Diskominfo Lebak Difogging

Cegah Penularan DBD, Kantor Satpol PP dan Diskominfo Lebak Difogging

Rabu, 22 Juli 2026 10:25
Sekda Banten Dorong Pejabat Birokrasi Jadi Pemimpin Perubahan, Bukan Sekadar Pemegang Jabatan

Sekda Banten Dorong Pejabat Birokrasi Jadi Pemimpin Perubahan, Bukan Sekadar Pemegang Jabatan

Rabu, 22 Juli 2026 09:49
Dishub Banten Ungkap Solusi Atasi Macet Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Dishub Banten Ungkap Solusi Atasi Macet Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Rabu, 22 Juli 2026 09:19
686 Hektare Lahan Sawah di Pandeglang Kekeringan

686 Hektare Lahan Sawah di Pandeglang Kekeringan

Rabu, 22 Juli 2026 11:51
Kapolresta Serang Kota Hadiri Pembukaan Rakernis Ditpamobvit Polda Banten TA 2026

Kapolresta Serang Kota Hadiri Pembukaan Rakernis Ditpamobvit Polda Banten TA 2026

Rabu, 22 Juli 2026 11:24
MTQ Kabupaten Serang Dimulai, Jadi Ajang Pembinaan untuk Tingkatkan Prestasi

MTQ Kabupaten Serang Dimulai, Jadi Ajang Pembinaan untuk Tingkatkan Prestasi

Rabu, 22 Juli 2026 10:30
Cegah Penularan DBD, Kantor Satpol PP dan Diskominfo Lebak Difogging

Cegah Penularan DBD, Kantor Satpol PP dan Diskominfo Lebak Difogging

Rabu, 22 Juli 2026 10:25
Sekda Banten Dorong Pejabat Birokrasi Jadi Pemimpin Perubahan, Bukan Sekadar Pemegang Jabatan

Sekda Banten Dorong Pejabat Birokrasi Jadi Pemimpin Perubahan, Bukan Sekadar Pemegang Jabatan

Rabu, 22 Juli 2026 09:49
Dishub Banten Ungkap Solusi Atasi Macet Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Dishub Banten Ungkap Solusi Atasi Macet Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Rabu, 22 Juli 2026 09:19

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

686 Hektare Lahan Sawah di Pandeglang Kekeringan

686 Hektare Lahan Sawah di Pandeglang Kekeringan

by Purnama Irawan
Rabu, 22 Juli 2026 11:51

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distapang) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 686 hektare lahan sawah di Kabupaten Pandeglang...

Kapolresta Serang Kota Hadiri Pembukaan Rakernis Ditpamobvit Polda Banten TA 2026

Kapolresta Serang Kota Hadiri Pembukaan Rakernis Ditpamobvit Polda Banten TA 2026

by Andre Adisas Putra
Rabu, 22 Juli 2026 11:24

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria menghadiri kegiatan Pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Pengamanan Objek...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak