RADARBANTEN.CO.ID – Tidur dalam keadaan marah ternyata bisa berdampak serius bagi kesehatan. Meski terlihat sepele, membawa emosi negatif hingga waktu tidur dapat menguras energi dan memicu gangguan fisik maupun mental.
Dikutip dari kanal YouTube Kaki Misno, berikut adalah sejumlah dampak serius jika tidur dalam kondisi marah:
1. Menguras Energi
Rasa marah atau dendam dapat sangat melelahkan. Kondisi ini bisa menyebabkan sulit tidur atau meskipun bisa tertidur, seseorang akan bangun dalam keadaan lelah yang luar biasa. Hal ini disebabkan oleh stres dan ketegangan yang terus terbawa hingga waktu istirahat.
Untuk mengatasinya, menemukan cara untuk memaafkan atau menyelesaikan konflik yang memicu kemarahan bisa membantu menetralkan emosi negatif dan menghemat energi.
2. Menumpuk Pikiran Negatif
Tidur dalam kondisi marah atau memikirkan suatu masalah semalaman membuat otak lebih sulit membalikkan asosiasi dan ingatan negatif.
Pemindaian otak menunjukkan ingatan lebih sulit dilepaskan setelah dikonsolidasikan oleh tidur. Ingatan yang baru terpusat erat di hipokampus atau pusat ingatan otak.
3. Mengalami Mimpi Buruk
Marah sebelum tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur. Rasa emosi yang belum terselesaikan sering kali berlanjut dalam bentuk mimpi buruk.
Tidur yang terganggu oleh mimpi buruk akan menurunkan kualitas istirahat dan membuat tubuh terasa lelah saat bangun.
Tidak hanya itu, kurang tidur akibat mimpi buruk juga berdampak pada kemampuan seseorang dalam mengatur emosi. Orang yang tidur dalam kondisi marah cenderung lebih mudah bereaksi terhadap rangsangan emosional negatif pada keesokan harinya.
4. Berdampak pada Kesehatan Jantung
Tidur dalam kondisi marah dapat memicu peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini disebabkan oleh lonjakan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol yang membuat tubuh tetap dalam kondisi siaga, meskipun seharusnya beristirahat.
Jika terjadi secara terus-menerus, keadaan ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk hipertensi, serangan jantung, dan gangguan kardiovaskular lainnya. Pasalnya, tekanan darah yang tidak stabil dapat memperberat kerja jantung dan merusak pembuluh darah dalam jangka panjang.
Untuk meredakan amarah sebelum tidur, baik melalui berbicara baik-baik, meditasi, atau sekadar menarik napas dalam-dalam. Langkah-langkah sederhana tersebut diyakini mampu menurunkan tingkat stres dan membantu tubuh lebih rileks, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.
Editor: Aas Arbi











