TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan mengimbau orang tua murid agar tidak memaksakan anak-anaknya masuk ke sekolah negeri. Pasalnya, daya tampung di SMP negeri masih sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah pendaftar.
Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, menjelaskan bahwa dalam proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP negeri, tidak semua calon siswa dapat tertampung. Dari sekitar 11.000 pendaftar, diperkirakan hanya 6.000 siswa yang diterima.
“Kami mengimbau agar orang tua siswa tidak memaksakan anak-anaknya masuk sekolah negeri, sebab saat ini fasilitas di sekolah negeri dan swasta di Tangsel sudah setara. Jadi, tidak perlu lagi merasa bahwa masuk sekolah negeri adalah segalanya,” ujar Deden saat ditemui pada Senin, 19 Mei 2025.
Deden menegaskan, siswa yang tidak diterima di sekolah negeri tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak di sekolah swasta. Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kata dia, telah menyiapkan program bantuan SPP gratis yang tetap berjalan tahun ini.
“Program ini tetap berjalan tahun ini, dengan total 5.000 penerima manfaat,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkot Tangsel juga memberikan beasiswa senilai Rp 1,8 juta per tahun bagi siswa yang tidak lolos ke sekolah negeri. Bantuan ini juga diberikan kepada anak buruh dan siswa dari keluarga kurang mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Semuanya sudah terkoneksi,” tegas Deden.
Melalui program ini, Dindikbud berharap para orang tua lebih terbuka terhadap pilihan sekolah swasta, yang kini didukung dengan fasilitas dan bantuan pembiayaan yang setara dengan sekolah negeri.
Editor: Merwanda











