SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang menyebut masih ada ribuan ruang kelas rusak berat di Kabupaten Serang.
Berdasarkan data dari Dindikbud Kabupaten Serang ada sebanyak 875 ruang kelas SD yang mengalami rusak berat dan 265 ruang kelas SMP yang mengalami rusak berat di Kabupaten Serang. Total masi ada sebanyak 1.140 ruang kelas yang mengalami rusak berat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, mengatakan di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kabupaten Serang, persoalan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi perhatian serius bagi Pemkab Serang.
Masalnya, masih ada 1.140 ruang kelas yang mengalami rusak berat dan membutuhkan penanganan segera.
“Mudah-mudahan dengan anggaran dari APBD dan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat, dalam waktu lima tahun bisa tuntas,” katanya, Minggu 3 Mei 2026.
Aber mengatakan, dalam penanganan ruang kelas rusak berat di Kabupaten Serang, pihaknya menggunakan dua jenis anggaran, yakni anggaran dari APBD dan anggaran dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi ruang kelas.
“Kita terus melobi pihak pusat agar lebih banyak bantuan untuk rehabilitasi dan menu lain untuk bisa melengkapi fasilitas sekolah di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Ia mengatakan, dari 1.140 ruang kelas rusak berat tersebut, ada ruang kelas yang masih digunakan karena kondisinya belum terlalu parah dan tidak ada ruang kelas pengganti, juga ada yang sudah tidak digunakan karena rusaknya sangat parah.
“Ada yang tidak digunakan karena sudah parah sekali. Kalau yang masih digunakan itu karena ruangan penggantinya tidak ada dan dianggap masih belum membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Aber menargetkan, di tahun ini ada sebanyak 100 ruang kelas yang bisa diperbaiki sehingga bisa mengurangi jumlah ruang kelas yang rusak. “Minimal 100 kelas yang diperbaiki, namun dari APBD saja tidak bisa mencukupi karena hanya 32 ruang kelas SD yang diperbaiki serta 22 ruang kelas SMP,” ujarnya.
Lalu untuk bantuan dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi gedung kelas, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari kementerian mengenai jumlah pasti ruang kelas yang akan diperbaiki.
Selain itu, Aber mengaku persoalan dunia pendidikan saat ini yang dialami ialah soal dekadensi moral, dan penurunan akhlak siswa. Untuk itu, pihaknya mulai menerapkan pendidikan karakter, pendidikan akhlak dan pendidikan moral bagi anak-anak agar mereka memiliki etika.
“Sudah kita laksanakan, tinggal penguatan-penguatan. Misalnya, kita akan menerapkan pendidikan baca tulis Al-Qur’an. Kemudian mewajibkan gerakan literasi sekolah yang diawali dengan pendidikan shalat di pagi hari, baca tulis Al-Qur’an, kemudian kegiatan-kegiatan ekstra lainnya yang menunjang pada pembentukan karakter itu, untuk menciptakan karakter disiplin, kerja keras dan tanggung jawab,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak









