LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, terus berupaya meningkatkan cakupan sanitasi di Kabupaten Lebak. Sebab, hingga saat ini dari 1,4 juta jiwa penduduk di Lebak, masih ada warga yang belum memiliki jamban keluarga.
Sekda Lebak, Budi Santoso mengatakan, warga yang belum memiliki jamban keluarga atau sanitasi menjadi perhatian Pemkab Lebak.
“Ya, pemerintah daerah terus berupaya agar warga memiliki jamban sendiri,” ujar Budi, Minggu, 25 Mei 2025.
Untuk terus meningkatkan cakupan sanitasi di Kabupaten Lebak, sebut Budi, beberapa program terus digulirkan secara kontinyu, di antaranya, bedah Rumah Tidak Layak huni (RTLH).
“Selain itu untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, penyuluhan PHBS di 28 kecamatan juga terus masif digalakkan,” imbuhnya.
Mengubah pola hidup sehat di kalangan masyarakat tidak mudah. Oleh karena itu, petugas dari Dinkes terus melakukan sosialisasi PHBS di masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Endang Komarudin, mengatakan, penyebab banyaknya warga tidak memiliki jamban di rumah disebabkan beberapa faktor minimnya kesadaran masyarakat buang air besar di WC, dan pembuatan jamban bukan prioritas utama masyarakat.
“Karena itu, hingga sekarang masih ada masyarakat lebih senang buang hajat di kebun dan sawah,” katanya.
Meski demikian, kata Endang, selama ini pihaknya beserta Puskesmas dan bidan desa terus berupaya maksimal mengampanyekan penerapan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.
“Kami untuk terus menyarankan warga membuat jamban di rumahnya masing-masing, sehingga dapat meminimalisasi penyebaran penyakit yang diakibatkan kotoran manusia,” katanya.
Editor: Agus Priwandono












