LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Mupren, lulusan S2 asal Lebak, berhasil membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari gelar akademis. Pria yang memilih meninggalkan pekerjaan bergengsi ini kini sukses mengembangkan usaha peternakan sapi dan domba di Kampung Citundun Mesjid, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Kesukaan Mupren pada ternak sudah muncul sejak kecil. “Sebenarnya saya suka dengan domba dan kambing karena sejak SMP saya diajak mengembala oleh kakek,” kata Mupren saat ditemui di peternakannya, Selasa, 27 Mei 2025.
Mupren menempuh pendidikan S1 jurusan Pendidikan di Serang, kemudian melanjutkan S2 di Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta, Fakultas Keguruan MIPA. Meski berpendidikan tinggi, ia tidak gengsi terjun langsung ke bisnis peternakan.
“Setelah lulus kuliah tahun 2014–2015, paman saya punya domba tapi kesulitan menjual. Akhirnya saya coba pasarkan lewat media sosial, dan ada yang terjual,” ujarnya.
Berbekal pengalaman itu, Mupren membangun kandang di belakang rumah orang tuanya dan mulai mengembangkan usaha ternak. “Saya coba buat kandang, langsung ada sekitar 15 sampai 20 ekor kambing dalam satu tahun. Prospeknya bagus,” jelas Mupren.
Kondisi alam di kampungnya sangat mendukung pengembangan peternakan sapi, domba, dan kambing. “Di kampung banyak sawah, rumput, dan limbah yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan. Setiap tahun pasti ada yang berkurban, jadi saya menekuni usaha domba,” tambahnya.
Meski omzet usaha naik turun, keuntungan dari peternakan cukup untuk kebutuhan perawatan dan pakan ternak. “Kalau ngomong keuntungan agak malu, tapi begini, kalau 50 ekor betina, ada yang beranak dua, satu, bahkan tiga. Rata-rata dalam tiga tahun kambing itu beranak tiga kali, jadi umur satu tahun,” jelas Mupren.
Kisah Mupren membuktikan bahwa pendidikan tinggi dan keberanian berwirausaha bisa bersinergi untuk meraih kesuksesan dalam bisnis peternakan sapi dan domba.
Editor: Merwanda











