PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani-Iing Andri Supriadi pada tahun pertama masa kepemimpinannya fokus membenahi pelayanan infrastruktur dunia pendidikan. Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi setelah berkeliling melihat kondisi sarana dan prasarana sekolah tingkat SD dan SMP dalam kondisi rusak ringan, sedang dan berat.
Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengatakan, pada tahun pertama, Dewi-Iing, fokus pada pelayanan infrastruktur di dunia pendidikan.
“Pemkab Pandeglang mengalokasikan anggaran Rp 75 miliar untuk membenahi sarana dan prasarana pendidikan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 1 Juni 2025.
Wabup Iing menjelaskan, Dewi-Iing memprioritaskan sekolah rusak untuk segera dibangun.
“Karena berdasarkan hasil pengecekan, ditemukan mayoritas sekolah mengalami rusak di bagian atap, sehingga perlu untuk dibangun atau direnovasi. Dan juga dibangunkan ruang kelas baru untuk sekolah kekurangan ruang kelas,” katanya.
Lebih lanjut Iing menegaskan, Dewi-Iing fokus dulu pada pelayanan infrastruktur dunia pendidikan karena ingin memastikan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah itu terjamin layak aman, nyaman dan bisa membuat para pengajar maupun diajar proses KBM tidak terganggu. Oleh karenanya alokasi anggaran di tahun ini, Dewi-Iing menggiring anggarannya fokus kepada dunia pendidikan.
“Karena sangat penting dibutuhkan untuk menuju Indonesia Emas 2045, Pandeglang ke depan akan lebih berkembang lebih maju. Tentu kita harus mempersiapkan SDM-nya semenjak usia dini, kalau SDM sudah kuat sudah mandiri maka insyaallah SDM akan maju,” katanya.
Demi pembangunan infrastruktur pendidikan, Wabup Iing mencoret rehab rumah dinasnya sebesar kurang lebih Rp7 Milyar untuk dialihkan ke dunia pendidikan. Serta mengalihkan anggaran MBG sebesar Rp7,8 Miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.
“Karena investasi terbesar adalah dunia pendidikan. Maka dari itu kita harus mendidik putra putri kita agar menjadi generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











