LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, memasang spanduk di landmark Bendungan Karian sebagai bentuk keresahan kepada pihak karian dan pemerintah.
Diketahui sejumlah warga di desa tersebut menuding pemerintah pusat belum membayar ganti rugi lahan dan bangunan yang terdampak pembangunan Bendungan Karian.
Spanduk dengan bertuliskan ‘Waduk Karian Mana Tangung Jawabmu Untuk Desa Tambak’ di dalam spanduk terdapat foto sebuah bangunan masjid yang terendam air bedungan.
Ahmad warga sekitar bendungan mengatakan, tidak mengetahui kapan spanduk tersebut dipasang. Namun menurutnya sekitar dua hari yang lalu banyak warga berkumpul di area landmark Bendungan Karian.
“Saya tidak tahu persis kapan di pasangnya, cuma memang itu keluhan warga yang merasa belum di bayar ganti rugi lahannya karena terdampak proyek Karian,” terangnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 1 Juni 2025.
Ia menjelaskan, warga memasang spanduk karena resah terkait dengan ganti rugi lahan yang hingga saat ini belum diterima warga.
“Jadi warga Desa Tambak merasa belum di bayar ganti rugi lahan dan bangunannya, padahal lahannya sudah terdampak,” ucapnya.
Sementara itu, Pian warga yang rumahnya terdampak, mengakui masih ada puluhan warga yang proses ganti rugi lahannya belum terselesaikan.
“Jadi memang ada beberapa yang belum selesai, karena masalah administrasi lahan waktu itu, sehingga memang prosesnya belum selesai,” tuturnya.
Ia menambahkan, memang hingga saat ini proses ganti rugi masih belum terselesaikan pasca Bendungan Karian diresmikan pada tahun 2023 lalu.
“Jadi dari dulu memang masih ada warga belum selesai ganti rugi lahannya, sehingga saat ini warga melakukan protes,” terangnya.
Editor: Abdul Rozak











