• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kesehatan

Terlalu Lama Menatap Layar Picu Digital Eye Strain, Ini Cara Mencegahnya

Agung S Pambudi by Agung S Pambudi
Kamis, 27 Agustus 2026 21:31
in Kesehatan
Perempuan mengalami kelelahan mata setelah menggunakan laptop dalam waktu lama

Ilustrasi seseorang mengalami keluhan mata setelah terlalu lama menggunakan perangkat digital.

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Penggunaan ponsel, komputer, tablet, hingga televisi dalam waktu lama dapat memicu digital eye strain atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital. Kondisi ini ditandai dengan sejumlah keluhan, mulai dari mata kering dan perih hingga penglihatan buram, sakit kepala, serta ketegangan pada leher dan bahu.

Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Serang, dr. Rina W., Sp.M mengatakan, keluhan akibat penggunaan layar berlebihan cukup banyak ditemukan pada pasien dari berbagai kelompok usia.

RelatedPosts

Kasus Gigitan Hewan di Banten

Hampir 600 Kasus Gigitan Hewan di Banten Sepanjang 2026, Semua Negatif Rabies

Jumat, 9 Oktober 2026 16:17
kasus dbd di kabupaten Lebak

DBD di Lebak Capai 920 Kasus, Paling Banyak Ditemukan di Rangkasbitung

Kamis, 8 Oktober 2026 07:42
DBD di Lebak

Cegah DBD Saat Musim Penghujan, Amir Hamzah Minta Warga Galakkan PSN

Rabu, 7 Oktober 2026 14:25
Dinkes Banten

Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Banten Tertinggi Kedua se-Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 10:02

Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa keluhan pada mata yang dialami sehari-hari dapat berkaitan dengan kebiasaan menggunakan perangkat digital dalam durasi panjang.

“Digital Eye Strain adalah epidemi senyap di era modern. Hampir setiap pasien yang datang konsultasi dengan saya dari anak-anak hingga orang dewasa memiliki pola penggunaan layar yang melebihi batas yang nyaman bagi mata,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab digital eye strain adalah berkurangnya frekuensi berkedip ketika seseorang terlalu fokus menatap layar. Padahal, berkedip berfungsi menjaga kelembapan permukaan mata sekaligus membantu membersihkan debu dan partikel kecil.

Ketika frekuensi berkedip menurun, mata dapat menjadi lebih kering, perih, hingga mengalami iritasi. Mata juga terus bekerja mempertahankan fokus ketika melihat objek dalam jarak dekat sehingga berpotensi mengalami kelelahan.

Gejala digital eye strain dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan yang umum muncul antara lain mata terasa panas, perih, gatal, seperti kemasukan pasir, mata merah, sulit fokus, mudah silau, penglihatan buram sesaat, dan sakit kepala.

Ketegangan akibat penggunaan perangkat digital juga dapat dirasakan pada area dahi, kepala, leher, bahu hingga punggung. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat mengganggu konsentrasi setelah beraktivitas di depan layar dalam waktu panjang.

Selain durasi penggunaan, posisi tubuh dan pengaturan perangkat juga perlu diperhatikan. Layar yang terlalu tinggi atau rendah, pencahayaan yang tidak sesuai, serta meja dan kursi yang kurang ergonomis dapat menambah ketegangan pada mata dan tubuh.

Digital eye strain dapat dialami siapa saja. Namun, pekerja yang sehari-hari menggunakan komputer, pelajar dan mahasiswa, serta anak-anak dan remaja yang rutin menggunakan gadget termasuk kelompok yang perlu lebih memperhatikan kebiasaan penggunaan layar.

Orang dengan gangguan refraksi seperti miopia, hipermetropi, atau astigmatisme yang belum mendapatkan koreksi penglihatan secara tepat juga perlu mewaspadai keluhan yang muncul.

Dr. Rina mengatakan, keluhan mata dan sakit kepala yang berlangsung lama terkadang juga berkaitan dengan koreksi penglihatan yang belum sesuai.

“Yang sering saya temui adalah pasien yang sudah bertahun-tahun mengalami sakit kepala atau mata perih hampir setiap hari, dan menganggap itu sebagai hal biasa. Ternyata setelah dievaluasi, ada koreksi kacamata yang belum tepat, ditambah dengan kebiasaan layar yang perlu dibenahi,” jelasnya.

Salah satu langkah sederhana untuk membantu mengurangi kelelahan mata adalah menerapkan aturan 20-20-20. Setelah menatap layar selama 20 menit, pengguna dapat mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sedikitnya 20 detik.

Kebiasaan berkedip juga perlu dijaga untuk membantu mempertahankan kelembapan mata. Penggunaan air mata buatan dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga medis.

Pengaturan posisi layar juga penting. Jarak layar dapat ditempatkan sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata, sementara bagian atas layar sebaiknya berada sedikit di bawah level mata.

Pengguna perangkat digital juga disarankan menyesuaikan tingkat kecerahan layar dengan kondisi lingkungan, mengurangi pantulan cahaya, serta memastikan pencahayaan ruangan memadai.

Pemeriksaan mata secara berkala juga penting, khususnya bagi pengguna kacamata. Koreksi penglihatan yang sudah tidak sesuai dapat membuat mata bekerja lebih keras ketika melihat layar.

Keluhan digital eye strain umumnya dapat berkurang setelah mata mendapatkan waktu istirahat dan kebiasaan penggunaan layar diperbaiki. Namun, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata diperlukan apabila penglihatan buram tidak membaik, sakit kepala semakin sering, mata merah berkepanjangan, atau rasa tidak nyaman terus berulang.

Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan mata, termasuk evaluasi keluhan yang berkaitan dengan penggunaan perangkat digital serta pemeriksaan refraksi.

Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandy mengatakan, layanan pemeriksaan mata tersebut ditujukan untuk membantu pasien mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi penglihatannya.

“Oleh karena itu, Bethsaida Hospital Serang berkomitmen memberikan layanan yang komprehensif bagi pasien melalui dokter spesialis kami yang berpengalaman dan berbasis bukti agar dapat memberikan solusi yang aman dan tepat,” pungkasnya.

Editor: Agung S Pambudi

Tags: Bethsaida Hospital Serangdigital eye strainkesehatan mata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

48 Pedagang Pasar Lama Bakal Direlokasi ke Pasar Kepandean

Next Post

Pemkab Tangerang Dukung Persita Jalani Liga 1 2026/2027

Next Post
Pemkab Tangerang Dukung Persita Jalani Liga 1 2026/2027

Pemkab Tangerang Dukung Persita Jalani Liga 1 2026/2027

Pemangkasan TPP ASN Cilegon

Tekan Belanja Pegawai, Ketua DPRD Cilegon Minta Pemangkasan TPP ASN Jadi Opsi Terakhir

Kamis, 15 Oktober 2026 14:24
Sekda Lebak

Pemkab Lebak Kaji Perampingan OPD

Kamis, 15 Oktober 2026 14:00
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Imigrasi Serang Hadirkan Pasporia di Festival Sangga Nagara 3 Padarincang

Imigrasi Serang Hadirkan Pasporia di Festival Sangga Nagara 3 Padarincang

by Fahmi
Jumat, 16 Oktober 2026 19:52
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang menghadirkan layanan Pasporia dalam Festival Sangga Nagara 3 yang berlangsung di...

kontraktor respon cepat jalan rusak

Jalan Betonisasi Cidemang Diperbaiki Permanen

by Purnama Irawan
Jumat, 16 Oktober 2026 19:36
0

PANDEGLANG - CV Putra Dika selaku kontraktor pelaksana perbaikan jalan lingkungan merespon cepat permintaan dari Wakil Ketua III DPRD  M.M...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.