PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang telah mempunyai Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Ujung Kulon di Balai Budaya Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
PIG Geopark Ujung Kulon dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang.
“Sekarang ada tempat menimba ilmu pengetahuan yang baru di Pandeglang. Yakni, Pusat Informasi Geologi Geopark Nasional Ujung Kulon,” kata Kabid Destinasi pada Disparbud Kabupaten Pandeglang, Rosy Sukmawati, kepada RADARBANTEN.CO.ID melalui sambungan telepon selulernya, Selasa, 3 Juni 2025.
Rosy menjelaskan, di PIG Geopark Ujung Kulon, setiap orang bisa belajar soal bumi dan sejarahnya.
Dibangun tahun 2024 dan diprakarsai oleh Badan Geologi, Kementerian ESDM RI, berkolaborasi dengan Pemkab Pandeglang dan Badan Pengelolaan Geopark Nasional Ujung Kulon.
“PIG menjadi tempat edukasi, mengenai keunikan geologi Ujung Kulon, sejarah pembentukan alamnya, potensi sumber daya alamnya, risiko dan potensi bencana geologi, dan kisah kehidupan di sekitar geopark. PIG ini penting, karena dengan pengetahuan ini kita bisa lebih menghargai kekayaan alam, memanfaatkan sumber daya dengan bijak dan lebih siap menghadapi risiko bencana,” katanya
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani berharap, keberadaan PIG Geopark Ujung Kulon mampu meningkatkan pengetahuan dan edukasi masyarakat.
“Serta meningkatkan perekonomian masyarakat dan peningkatan PAD bagi pemerintah daerah,” katanya.
Dewi menambahkan, PIG Geopark Ujung Kulon bukan hanya berisi tentang data-data geopark saja.
“Namun juga menunjukKan potensi kekayaan alami dan hayati yang dimiliki Kabupaten Pandeglang. Semoga PIG Geopark Ujung Kulon ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendapatkan informasi terkait geologi,” katanya.
Lebih lanjut, Dewi mengatakan, kehadiran PIG Geopark Ujung Kulon diharapkan dapat berdampak pada peningkatan pengetahuan.
“Serta ekonomi dan pendapatan daerah tentunya,” katanya.
Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengungkapkan, keberadaan PIG Geopark Ujung Kulon akan difungsikan sebagai pusat informasi dan sarana edukasi terkait masalah Geopark.
“Baik itu keanekaragaman hayati, batuan, dan kebudayaan. Keberadaan PIG ini juga akan dibuka untuk umum,” katanya.
Sutoto mengungkapkan, untuk mengoptimalkan PIG Geopark Ujung Kulon, pihaknya akan membuat jadwal bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Pandeglang.
“Untuk bisa melakukan kunjungan ke PIG ini. Setelah itu, baru kita akan buka untuk umum, “terangnya.
Selain itu, Sutoto mengungkapkan, sebagai upaya peningkatan ekonomi dan capain pendapatan, pihaknya juga akan melibatkan pelaku UMKM.
“Sehingga hal tersebut akan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat dan PAD pemerintah daerah,” katanya.
Terkait upaya peningkatan PAD, kemungkinan nanti akan dibuatkan tiket masuk.
“Masalah tiket masuk, ini akan mengusulkan kepada Bupati Pandeglang untuk diterbitkan Perbup terkait pengelolaan besaran tarifnya. Yang jelas, untuk harga tiket masuk PIG ini harus termurah, karena ini bagian dari edukasi salam upaya meningkatkan pengetahuan,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











