SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang menyiapkan 14 SMP swasta gratis untuk menampung sekitar 280 calon peserta didik yang belum diterima di SMP negeri pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan jumlah pendaftar SPMB tahun ini mencapai 8.839 calon peserta didik. Sementara daya tampung 27 SMP negeri di Kota Serang hanya sebanyak 8.559 kursi.
Kondisi tersebut membuat sekitar 280 calon siswa belum dapat diterima di sekolah negeri.
Menurut Nuri, pemerintah telah menyiapkan solusi dengan menggandeng 14 SMP swasta yang menggratiskan biaya pendidikan bagi peserta didik.
“Dari 8.839 pendaftar, masih ada sekitar 280 calon siswa yang belum tertampung di SMP negeri. Mereka akan kami arahkan ke sekolah-sekolah swasta, khususnya 14 sekolah swasta gratis yang sudah bekerja sama dengan pemerintah,” katanya, Jumat 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan hak memperoleh pendidikan meski tidak diterima di sekolah negeri.
Meski demikian, masyarakat tetap diberikan kebebasan memilih sekolah swasta lain sesuai kebutuhan. Menurutnya, kualitas sekolah swasta di Kota Serang saat ini juga semakin baik dan mampu bersaing dengan sekolah negeri.
“Kami memberikan pilihan kepada masyarakat. Jangan pesimis menyekolahkan anak di sekolah swasta, karena saat ini kualitas sekolah swasta juga semakin kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Selain sekolah swasta, Dindikbud juga mencatat sebagian lulusan memilih melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs), pondok pesantren, Sekolah Rakyat, maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Nuri menegaskan pihaknya akan terus memperbarui data lulusan agar tidak ada anak yang putus sekolah akibat tidak diterima di SMP negeri.
Tahapan SPMB selanjutnya memasuki proses daftar ulang yang berlangsung pada 7 hingga 10 Juli 2026. Setelah itu, sekolah akan melakukan pengukuran seragam gratis bagi peserta didik baru sebagai persiapan tahun ajaran baru.
“Terus nanti pengukuran seragam gratis dengan mencantumkan nomor baju mereka. Guru-guru harus membuat rencana pembelajaran yang bagus,” kata Nuri.
Editor Daru











