LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan pemerintah sejak 10 Februari 2025 masih belum mendapat respons positif dari masyarakat Kabupaten Lebak.
Hingga 31 Mei 2025, Program CKG di Kabupaten Lebak yang pendaftaranya melalui aplikasi Satu Sehat, baru 9.009 orang yang mendaftar. Sementara, yang hadir di 43 Puskesmas di Lebak sebanyak 8.138 orang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Endang Komarudin mengaku, jumlah masyarakat yang mengikuti program layanan kesehatan gratis tersebut masih rendah. Penyebabnya, kata Endang, lantaran pendaftarannya melalui aplikasi, sehingga menyulitkan masyarakat.
“Ya, belum tinggi CKG-nya dari sembilan ribu yang mendaftar, yang hadir 8.138 orang. Kalau dilihat, posisi kita se-Provinsi Banten berada di peringkat ketujuh,” kata Endang, Sabtu, 7 Juni 2025.
Lantaran itu, Dinkes Lebak akan mengerahkan petugasnya untuk turun membantu masarakat mendaftarkan Program CKG melalui aplikasi Satu Sehat.
“Kita door to door, dagang ke masyarakat dan bantu melalui apkikasi. Karena CKG ini daftar melalui aplikasi. Selain itu masih rendahnya CKG biasanya yang sehat malas memeriksakan kesehatannya. Padahal target CKG adalah semua warga,” jelasnya.
Dia menambahkan, Dinkes Lebak terus mengoptimalkan sosialisasi Program CKG bagi masyarakat dengan melibatkan berbagai instansi daerah serta masyarakat.
“Untuk mendorong warga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis itu, maka kami mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan edukasi melibatkan berbagai komponen instansi daerah serta masyarakat,” katanya.
Dinkes Lebak telah menyiapkan fasilitas kesehatan yang mencakup 43 Puskesmas, empat rumah sakit, serta puluhan klinik yang siap melayani pemeriksaan gratis ini.
Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) juga mendukung program ini.
“Melalui pogram ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta memperpanjang usia harapan hidup di Kabupaten Lebak,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











