• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Ketimpangan Pangan Jadi Sorotan, UNPAM Kampus Serang: Perlu Ada Penguatan Pertanian

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Jumat, 20 Juni 2025 15:14
in Berita Utama, Pendidikan
Ketimpangan Pangan Jadi Sorotan, UNPAM Kampus Serang: Perlu Ada Penguatan Pertanian

Tangkapan layar Webinar Nasional dan Diseminasi Penelitian–PKM bertema 'Kebijakan Publik untuk Pangan Berkeadilan' yang digelar Program Studi Administrasi Negara, Universitas Pamulang Kampus Serang, Kamis 19 Juni 2025.

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Universitas Pamulang Kampus Serang menyoroti soal ketimpangan pangan di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.

Ketimpangan pangan yang dimaksud ialah kondisi ketika akses, distribusi, atau konsumsi pangan tidak merata antar kelompok masyarakat, wilayah, atau golongan ekonomi tertentu.

RelatedPosts

KAI Daop 1 Jakarta

KAI Mulai Jaga Lima Perlintasan Kereta Api di Bekasi dan Tangerang

Jumat, 9 Oktober 2026 17:24
Reforma Agraria Kabupaten Lebak

Pemkab Lebak Susun Laporan Pelaksanaan Reforma Agraria 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 17:20
Peralatan usaha peserta inkubasi Kota Serang

Pemkot Serang Siapkan Peralatan Usaha bagi Peserta Inkubasi Bisnis

Jumat, 9 Oktober 2026 17:17
Inkubasi bisnis Kota Serang

60 Peserta Ikuti Program Inkubasi Bisnis 1 Keluarga 1 Pengusaha Kota Serang”.

Jumat, 9 Oktober 2026 17:14

Artinya, ada sebagian masyarakat yang berlebihan dalam mengonsumsi makanan, sementara sebagian lainnya kesulitan memperoleh pangan yang cukup, bergizi, dan aman.

Hal ini pun menjadi pembahasan utama Webinar Nasional dan Diseminasi Penelitian–PKM bertema ‘Kebijakan Publik untuk Pangan Berkeadilan’ yang digelar Program Studi Administrasi Negara, Universitas Pamulang Kampus Serang, Kamis 19 Juni 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, praktisi, hingga perwakilan instansi pemerintah.

Rektor Universitas Pamulang Nurzaman menekankan ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang sangat kompleks, dan tidak bisa dilepaskan dari peran akademisi sebagai aktor perubahan. Beliau menegaskan pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyusun dan mengadvokasi kebijakan publik yang berkeadilan.

“Universitas Pamulang tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga mitra kritis pemerintah dalam merespons isu-isu nasional. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kampus hadir untuk menjembatani riset dengan realitas sosial, termasuk soal keadilan pangan,” ujar Rektor saat diwawancara Radar Banten, Jum’at 20 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat dan forum akademik yang bertujuan untuk merespons secara ilmiah tantangan distribusi pangan, keberpihakan pada petani, serta kerentanan kelompok marginal.

“Kebijakan publik tentang pangan harus dilihat secara utuh, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga akses, distribusi, dan keadilan antarwilayah dan kelompok. Forum ini adalah ruang untuk berbagi gagasan dan membangun jejaring kolaboratif antar sektor,” jelas Jaka Maulana, Ketua Pelaksana Webinar.

Dalam webinar itu hadir tiga narasumber nasional dengan kapasitas dan pengalaman di bidang kebijakan pangan dan pembangunan pertanian seperti Suroyo Jr, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI.

Suroyo membuka sesi dengan memaparkan strategi nasional dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya pada komoditas beras.

Ia menyampaikan data perkembangan produksi padi, kebijakan subsidi pupuk, serta langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat daya saing petani. “Meskipun sempat mengalami gangguan teknis, paparannya menggambarkan optimisme pemerintah dalam mencapai target swasembada pada 2025,” ucapnya.

Narasumber lain, Arenawati, akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menekankan pentingnya pendekatan keadilan dalam kebijakan pangan. Ia menyoroti tantangan struktural yang dihadapi petani kecil, seperti akses lahan, dominasi korporasi dalam rantai pasok, serta lemahnya perlindungan sosial.

“Tentu kita mendorong agar kebijakan pangan tidak hanya berorientasi pada efisiensi produksi, tetapi juga memastikan keadilan antargolongan dan keberlanjutan ekologis,” ungkapnya.

Disisi lain, Ilham Mustofa, Dosen UNPAM dan pendiri Agrodesa Sinergi, menyampaikan kondisi ketahanan pangan di Provinsi Banten. Ia menyebut perlu adanya sentuhan digitalisasi atas sistem pertanian di Banten.

Hal itu dilakukan guna mendorong peningkatan produksi dan pemasaran hasil tani dengan adanya integrasi distribusi hasil pertanian, serta penguatan infrastruktur logistik di wilayah selatan Banten yang rentan.

“Dalam hal ini peran pemerintah daerah sangat ditunggu-tunggu dalam memberikan insentif dan perlindungan sosial bagi petani,” paparnya.

Ketua Program Studi Administrasi Negara UNPAM Serang Zakaria Habib Al-Ra’zie mendukung penuh kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa riset dan pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah saja, tetapi harus dikaitkan dengan realitas kebijakan yang tengah berlangsung.

“Kami mendorong agar setiap produk akademik, termasuk PKM dan penelitian mahasiswa, terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan publik aktual. Ketahanan pangan adalah contoh konkret bagaimana pengetahuan dapat menjadi alat perubahan sosial,” tandasnya.

Webinar ini mendapati beberapa rekomendasi kebijakan mulai dari penguatan kelompok tani melalui akses terhadap teknologi pertanian, pendampingan usaha tani, dan integrasi ke dalam pasar digital. Peningkatan infrastruktur desa dan pertanian melalui alokasi dana desa untuk sumur irigasi, jalan akses tani, serta cold storage.

Perlindungan sosial bagi petani, termasuk asuransi gagal panen, jaminan BPJS, dan pelatihan keselamatan kerja dalam penggunaan pestisida.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan kolaboratif yang lebih luas. Kampus bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang penggerak perubahan sosial,” pungkas Jaka Maulana.

Editor: Mastur Huda

Tags: digitalisasi pertaniandistribusi pangankeadilan pangankebijakan panganketahanan panganketimpangan panganpetani kecilUniversitas PamulangUnpam Serangwebinar nasional
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Terpidana Perdagangan Cula Badak Dijebloskan ke Rutan Pandeglang

Next Post

HUT ke-79 Bhayangkara, Polsek Panongan Gelar Bakti Sosial Bagi-bagi Paket Sembako di Desa Serdang Kulon

Next Post
HUT ke-79 Bhayangkara, Polsek Panongan Gelar Bakti Sosial Bagi-bagi Paket Sembako di Desa Serdang Kulon

HUT ke-79 Bhayangkara, Polsek Panongan Gelar Bakti Sosial Bagi-bagi Paket Sembako di Desa Serdang Kulon

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Benyamin Lantik 55 PNS Baru

Benyamin Davnie Lantik 55 PNS Baru di Lingkungan Pemkot Tangerang Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 12:41
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Belanja Pegawai Pemprov Banten Nyaris 30 Persen dari APBD, Pemprov Siapkan Efisiensi

Rabu, 7 Oktober 2026 20:09
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

KAI Daop 1 Jakarta

KAI Mulai Jaga Lima Perlintasan Kereta Api di Bekasi dan Tangerang

by Yusuf Permana
Jumat, 9 Oktober 2026 17:24
0

JAKARTA - RADARBANTEN.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mulai menjaga lima perlintasan sebidang yang...

Reforma Agraria Kabupaten Lebak

Pemkab Lebak Susun Laporan Pelaksanaan Reforma Agraria 2026

by Nurabidin
Jumat, 9 Oktober 2026 17:20
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Lebak menggelar rapat penyusunan laporan pelaksanaan Reforma Agraria Tahun 2026...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.