CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Lima anggota DPRD Kota Cilegon yang dipanggil oleh Polda Banten terkait keterlibatan mereka dalam aksi unjuk rasa di kawasan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), Oktober 2024 lalu, kompak memilih bungkam. Hingga berita ini diturunkan, tak satu pun dari mereka memberikan pernyataan resmi.
Kelima legislator yang dipanggil penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten itu masing-masing berinisial FM, AJ, AR, SB, dan BR. Mereka dikabarkan akan dimintai klarifikasi sebagai saksi atas kehadiran mereka dalam aksi yang saat itu diikuti warga dan aktivis di depan kawasan industri.
Upaya konfirmasi Radar Banten terhadap para anggota dewan itu tidak membuahkan hasil. Tiga di antaranya, FM, AJ, dan BR, tidak merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp.
Sikap tertutup ini kontras dengan pernyataan Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, yang mendorong agar proses hukum dihormati dan para anggota dewan bersikap kooperatif.
“Keputusan hukum, ya kita hormati saja. Intinya sih, itu panggilan sebagai saksi, ya kita hormati. Kami pimpinan tetap proaktif, bersyukur, dan menghormati prosesnya,” ujar Sokhidin saat dikonfirmasi, Senin, 23 Juni 2025.
Ia juga menyampaikan telah berkomunikasi dengan beberapa anggota dewan yang dipanggil dan mendorong mereka untuk hadir memberikan keterangan.
“Kami menyarankan untuk datangi (panggilan), proaktif, dan sampaikan apa yang terjadi sebenarnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LSM Gapura sekaligus penanggung jawab aksi, Husen Saidan, menegaskan bahwa kehadiran para anggota DPRD saat itu bukan untuk berorasi atau memimpin unjuk rasa, melainkan untuk memfasilitasi komunikasi warga dengan perusahaan.
“Video itu asli. Mereka hadir karena diundang langsung oleh warga, bukan untuk orasi. Mereka hanya menyaksikan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pihak perusahaan,” jelas Husen.
Dalam aksi tersebut, warga menuntut agar PT LCI lebih berpihak pada tenaga kerja lokal dan membuka ruang kerja yang adil bagi masyarakat sekitar. Aksi berjalan damai dan dikawal tokoh masyarakat serta sejumlah legislator yang hadir secara terbuka di lokasi.
Editor: Merwanda











