JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Mata uang crypto yang dianggap sebagai meme ini menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan pada bulan Juni 2025. Beragam faktor, termasuk spekulasi mengenai integrasinya dengan platform pembayaran baru milik Elon Musk.
Sehingga memberikan sinyal positif untuk kamu yang ingin trading futures. Namun untuk pemula langkah yang dapat kamu lakukan adalah memilih leverage crypto exchange, karena tidak semua platform exchange memiliki fitur trading futures.
Terdapat beberapa platform yang telah mensupport trading futures crypto yang menyediakan leverage hingga 25x, salah satunya Pintu Futures dan beberapa platform crypto lain.
Jika telah menemukannya maka kamu bisa melakukan analisa fundamental dan analisa teknikal melalui grafik pergerakan harga Doge to IDR. Sehingga kamu bisa memprediksi arah pergerakan Dogecoin atau aset crypto lainnya.
Analisis Teknikal Dogecoin (DOGE)
Dilansir dari Pintu, ada bulan Mei 2025, Dogecoin (DOGE) mengalami fluktuasi harga yang cukup tinggi, dengan lonjakan ke rentang $0,25 hingga $0,26 sebelum akhirnya merosot ke sekitar $0,21 hingga $0,22.
Saat ini, level dukungan yang penting terletak antara $0,212 dan $0,214, di mana harga menunjukkan pemulihan didorong oleh volume perdagangan yang tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya permintaan beli yang aktif pada level tersebut.
Jika Dogecoin mampu menembus resisten di $0,222 dan $0,2307, hal ini akan mengkonfirmasi adanya tren kenaikan yang mungkin mendorong harga menuju $0,35.
Aktivitas On-Chain Dogecoin (DOGE)
Data on-chain menunjukkan sinyal untuk mendukung analisis teknis. Pemegang dompet besar, atau whale, telah menunjukkan perilaku akumulasi yang kuat, dengan pembelian bersih lebih dari 1 miliar DOGE dalam waktu dekat.
Fakta ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan di antara para investor besar terhadap potensi kenaikan Dogecoin. Selain itu, terdapat peningkatan aktivitas transaksi besar di jaringan Dogecoin, yang sering kali menandakan adanya penyesuaian portofolio oleh para pemegang besar menjelang kemungkinan volatilitas pasar.
Fundamental dan Berita Pasar
Pembicaraan seputar persetujuan ETF berbasis Dogecoin telah menjadi faktor penggerak utama di balik peningkatan momentum Dogecoin baru-baru ini. SEC telah mengakui pengajuan yang dilakukan oleh 21Shares, yang secara signifikan meningkatkan kepercayaan di kalangan investor.
Di sisi lain, dukungan Elon Musk untuk Dogecoin melalui platform media sosialnya, X, tetap kuat, dan ada spekulasi bahwa layanan pembayaran baru yang sedang dikembangkan oleh X, yang dinamakan “X Money”, mungkin akan mencakup dukungan untuk crypto, termasuk Dogecoin.
Pergerakan Harga Dogecoin
Dilansir dari Pintu Market, harga Dogecoin hari ini adalah Rp2.831, dengan volume perdagangan Dogecoin (DOGE) tercatat sebesar US$1.291.121.594, yang mencerminkan peningkatan sebesar 59,30% dibandingkan dengan satu hari yang lalu.
Sementara itu, Dogecoin (DOGE) pernah mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah di angka US$0,7316 dan harga terendah sepanjang masa di US$0,0000869. Saat ini, nilai Dogecoin berada 76,21% di bawah level tertingginya dan 200.187,43% di atas level terendahnya.
Untuk kapitalisasi pasar Dogecoin (DOGE) saat ini adalah US$26.030.944.808. Pengukuran ini dilakukan dengan mengalikan harga setiap token dengan total pasokan DOGE yang beredar, yaitu 150 miliar token yang tersedia untuk diperdagangkan saat ini.
Valuasi terdilusi penuh (FDV) untuk Dogecoin (DOGE) adalah sebesar US$26.034.466.115. Angka ini mencerminkan potensi maksimal dari kapitalisasi pasar jika semua 150 miliar token ETH beredar pada hari ini.
Kirim 104 Juta DOGE ke Coinbase oleh Whale, Terdapat Aktivitas Tersembunyi?
Pada bulan lalu, terdapat sebuah sebuah transaksi besar yang diungkap oleh Whale Alert, dimana 104.125.016 Dogecoin (DOGE) yang bernilai lebih dari US$20 juta, setara dengan Rp330 miliar, dikirim ke platform bursa Coinbase.
Pergerakan besar ini tidak terjadi tanpa konteks. Sebenarnya, transaksi ini merupakan bagian dari tiga pengiriman serupa dengan total mencapai 312 juta DOGE, jumlah yang menarik perhatian para analis.
Uniknya, ketiga transaksi tersebut berasal dari dompet yang tidak dikenal. Dalam dunia crypto, ini seperti seseorang tiba-tiba mengirimkan tiga koper berisi uang tunai ke bank besar tanpa menyebutkan sumbernya. Sangat wajar jika ini menimbulkan kegelisahan di pasar.
Transfer Masuk ke Bursa: Signifikan untuk Penjualan atau Strategi Tertentu?
Banyak pihak langsung menghubungkan pengiriman ke Coinbase ini dengan kemungkinan adanya tindakan penjualan. Alasannya cukup logis, karena biasanya ketika cryptocurrency dipindahkan ke bursa, itu menunjukkan niat pemilik untuk menjual asetnya.
Namun, asumsi ini masih perlu dicermati. Ada kemungkinan dana tersebut digunakan untuk kepentingan institusional, keamanan penyimpanan, atau bahkan sekedar percobaan dalam infrastruktur.
Secara lebih lanjut, pasca-transaksi tersebut, harga DOGE mengalami sedikit penyesuaian dengan penurunan sekitar 3,4 persen.
Meski demikian, hubungan langsung antara transfer dan penurunan harga masih perlu dianalisis lebih dalam. Pasar cryptocurrency seringkali dipengaruhi oleh faktor psikologis dan spekulasi, sehingga pergerakan harga seperti ini tidaklah asing.
Rekam Jejak Transfer Besar Lainnya di Robinhood
Menariknya, transaksi besar ini bukanlah yang pertama dalam dua minggu terakhir. Pada tanggal 20 Mei 2025, seorang whale terdeteksi memindahkan lebih dari 260 juta DOGE, senilai sekitar US$92 juta, dari platform Robinhood ke dompet pribadi yang identitasnya tidak diketahui.
Belum lama pasar memahami langkah tersebut, enam hari kemudian, terjadi transaksi serupa dengan volume sebanyak 200 juta DOGE. Kedua pengiriman tersebut tidak disusul dengan keluarnya dana dari dompet penerima, membuat spekulasi baru muncul yaitu apakah ini sinyal untuk akumulasi jangka panjang?
Dalam analogi, ini seperti seseorang yang terus membeli emas batangan dan menyimpannya tanpa memberikan bukti atau petunjuk sama sekali. Hal ini tentu saja menyisakan pertanyaan bagi para pengamat, Apa rencana jangka panjangnya?
Menariknya, ada ketidakpastian tentang identitas dompet yang terlibat. Data dari Whale Alert menunjukkan bahwa pengiriman ke Coinbase juga berasal dari entitas yang sama yang tidak dikenal. Keadaan ini menciptakan suasana misteri yang menjadi perbincangan di kalangan investor dan komunitas crypto.
Di era di mana informasi bersifat transparan namun identitas tetap anonim seperti blockchain, langkah-langkah besar yang diambil oleh whale dapat menimbulkan rasa takut, harapan, atau sekadar rasa ingin tahu.
Namun, pada akhirnya, tidak ada yang dapat memastikan tujuan sebenarnya dari pemilik koin dalam melakukan transaksi sebesar ini, sampai mereka mengambil langkah berikutnya.
Itulah proyeksi Dogecoin di bulan Juni 2025 yang bisa kamu pertimbangkan sebelum melakukan trading futures yang memiliki resiko lebih besar dari pada trading spot. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Editor: Agung S Pambudi











