PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, merespons soal peristiwa ambruknya jembatan bambu di Kampung Ciliang, Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.
Iing menyebut, banyak jembatan di wilayah Pandeglang yang sudah dalam kondisi tua dan keropos, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Ini merupakan bagian dari PR kami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk bagaimana berkolaborasi membangun infrastruktur jalan termasuk jembatan,” ungkap Iing Andri Supriadi, Rabu 2 Juli 2025.
Ia mengatakan, kondisi jembatan yang ambruk itu memang disebabkan karena usia yang sudah lapuk, sehingga tidak kuat menahan beban saat dilintasi.
“Kalau kita melihat kondisinya memang sudah lama, keropos, sehingga penanganannya harus dilakukan dengan kualitas yang bagus. Kami akan fokus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan ke depan,” katanya.
Menurut Iing, Pemkab Pandeglang akan terus menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan Pemprov Banten, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.
“Mudah-mudahan kolaborasi dengan pemerintah provinsi Banten bisa berjalan dengan baik, karena pemerintah provinsi pun akan fokus membangun Kabupaten Pandeglang, baik jalan maupun jembatan,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya, sebuah jembatan bambu yang menghubungkan antar kampung tepatnya di Kampung Ciliang, Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, ambruk usai dilintasi seorang santri menggunakan motor.
Pasalnya, jembatan bambu itu ambruk lantaran kondisinya sudah lapuk dimakan usia dan tak lagi kuat menahan beban saat dilintasi.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











