SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penerimaan pajak di Provinsi Banten kurang menggembirakan. Berdasarkan data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten, penerimaan pajak di Banten di semester satu baru mendekati 40 persen.
Kepala Kantor Wilayah DJP Banten, Aim Nursalim Saleh menjelaskan, penurunan ini disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang masih belum pulih sepenuhnya sejak beberapa waktu terakhir. “Pajak itu sangat tergantung dengan kondisi ekonomi global. Saat ini, ekonomi global memang sedang kurang menggembirakan, sehingga berdampak pada penerimaan pajak di wilayah Banten,” ujar Aim.
Meski begitu, Aim menyampaikan bahwa pencapaian penerimaan pajak di Banten masih cukup baik dibandingkan pencapaian nasional, yakni mendekati 40 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. “Ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi menantang, Banten masih mampu menunjukkan performa yang relatif kuat,” terangnya.
Ia mengungkapkan, secara transaksi ekonomi, penerimaan pajak di Banten merata mengalami penurunan atau di bawah tahun lalu. Sektor pajak terbesar di Banten berasal dari empat bidang utama pengolahan, perdagangan, real estate, dan infrastruktur. Namun, pada semester pertama ini, transaksi di sektor-sektor tersebut mengalami perlambatan. “Khususnya di sektor real estate dan perdagangan, terjadi penurunan, banyak slowing down,” ujar pria yang baru dilantik sebagai Kepala DJP Banten ini.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, berdasarkan diskusi dengan DJP, banyak hal-hal yang akan dikerjasamakan, yang sebenarnya sudah dijalankan. Pertama, adalah kaitan dengan pertukaran data terkait dengan potensi pendapatan, baik itu pendapatan yang diurusi oleh pemerintah pusat maupun pendapatan yang ditangani oleh pemerintah daerah. “Nah, semua ini bisa terlaksana saat kita menyadari bahwa kolaborasi merupakan sebuah keharusan dan alhamdulillah Pak Kanwil tadi menyampaikan kita siap untuk saling berkoordinasi dan semua pihak, kepolisian, TNI, masyarakat sendiri, ya harus kita bahu-bahu untuk mengangkat perekonomian kita,” tegasnya.
Ia mengatakan, menurut Kepala Kanwil DJP Banten, Provinsi Banten saat ini termasuk tiga besar se Indonesia. Bahkan, Provinsi Banten menduduki posisi kelima provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. Diharapkan, dari realisasi investasi itu ada korelasinya dengan kenaikan PAD. Untuk itu, perlu ada pemutakhiran data, yang salah satunya terkait pajak kendaraan bermotor.
Reporter: Rostinah
Editor: Aditya











