TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kholid Ismail, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, adalah sosok yang dikenal akan kesederhanaan, religiusitas, dan kerendahan hatinya. Ia bukan sekadar politisi, melainkan seorang tokoh masyarakat terkemuka dari Teluknaga, Kabupaten Tangerang yang sehari-harinya erat berinteraksi dengan ulama dan tokoh agama setempat.
Kedekatan Kholid dengan masyarakat dan integritas yang telah ia bangun selama ini terbukti membuahkan hasil manis pada Pemilu 14 Februari 2024. Politikus PDIP ini kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang dengan perolehan 22.996 suara, angka tertinggi di seluruh Kabupaten Tangerang.
Pria yang lahir dan besar di Rawa Gempol RT 01/05, Desa Teluknaga ini, memang tak asing bagi warga. Rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berdiskusi, mengadu, atau sekadar bersilaturahmi. Karakter ramah dan jiwa sosialnya yang kuat membuat Kholid dicintai oleh masyarakat di Dapil 3 Kabupaten Tangerang.
Pengabdian Kholid tak hanya diakui oleh rakyat, tetapi juga oleh berbagai penghargaan. Pada Mei 2024, dalam ajang The International Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Manajemen Seven Media Asia di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Bali, Kholid meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus.
Ia dianugerahi penghargaan dalam kategori Kolaborasi dan Sinergi atas kemampuannya membangun hubungan kerja yang harmonis dengan berbagai pihak. Penghargaan kedua diraihnya dalam kategori Keteladanan dan Integritas, nilai-nilai yang selalu menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdiannya.
Kholid menegaskan komitmennya untuk terus menjaga amanah rakyat. Ia berjanji akan terus turun langsung ke lapangan demi menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Dapil 3.
“Sebagai wakil rakyat, tugas kita bukan hanya duduk di kantor menunggu keluhan datang. Kita harus hadir di tengah masyarakat, melihat dan mendengar langsung apa yang menjadi persoalan mereka,” tegasnya kepada wartawan belum lama ini.
Menurut Kholid, banyak warga yang belum tahu bagaimana menyampaikan aspirasi secara formal kepada wakilnya di DPRD. Oleh karena itu, ia merasa perlu untuk aktif menjangkau mereka.
“Turun ke masyarakat bukan hanya program, tapi tanggung jawab moral. Kita harus mendengar dengan ikhlas, menampung semua keluhan, dan memperjuangkannya dalam bentuk kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Kholid.
Baginya, memperjuangkan aspirasi rakyat bukan sekadar janji politik. Ini adalah komitmen yang harus dipegang teguh setiap anggota dewan. “Suara rakyat adalah suara yang harus diperjuangkan hingga tuntas,” tutupnya. (Mulyadi)
Editor : Aas Arbi











