TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pernyataan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, soal logo dalam acara Kongres I Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) dinilai bukan sindiran politik terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Komunikolog Politik dan Hukum Nasional, Tamil Selvan, menegaskan bahwa candaan tersebut hanya sekadar ice breaking atau pencair suasana.
Menurut Tamil, publik tidak perlu menanggapi pernyataan Dasco secara berlebihan. Dalam tradisi komunikasi politik, seloroh ringan sering kali digunakan untuk membuat forum menjadi lebih cair dan tidak kaku.
“Dalam pidato itu ada ice breaking agar suasana tidak tegang. Saya kira itu porsinya hanya di situ, jadi jangan semua ditarik ke arah politik yang pelik,” ujar Tamil kepada wartawan, Senin 21 Juli 2025.
Akademisi dari Universitas Dian Nusantara itu juga menyebut bahwa Dasco dikenal sebagai figur politik yang komunikatif dan jauh dari gaya konfrontatif. Ia menilai guyonan seperti itu wajar dalam forum publik, apalagi dalam suasana non-formal seperti acara Gekrafs.
“Sindir-menyindir bukan gaya Pak Dasco. Saya ahli komunikasi, saya tahu bahwa pernyataan itu hanya seloroh. Jadi, sebaiknya tidak dibesar-besarkan,” tambahnya.
Tamil juga mengingatkan publik, termasuk elite politik, agar tidak terlalu mudah tersulut oleh pernyataan ringan yang dilontarkan di ruang publik. Ia menekankan pentingnya membedakan antara pernyataan serius dan sekadar pencair suasana.
“Kalau setiap ungkapan dianggap manuver politik, ruang diskusi kita jadi sempit. Kita perlu ruang dialog yang cair tapi tetap substansial,” tandasnya.
Sebelumnya, Dasco telah meluruskan bahwa candaan soal logo dalam acara Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) bukan ditujukan untuk menyindir PSI. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut muncul spontan sebagai bagian dari keakraban suasana internal.
“Itu hanya candaan. Tidak ada niat menyindir siapa pun, apalagi PSI,” ujar Dasco.
Candaan tersebut sempat menjadi sorotan publik karena dianggap menyinggung PSI yang dalam beberapa kesempatan kerap disorot soal simbol dan identitas partainya. Namun, klarifikasi langsung dari Dasco dan pernyataan dari para ahli komunikasi membantah tafsir tersebut.
Editor: Aas Arbi











