LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) akan menggelar bakti sosial di di Desa Cikate, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, dari 21 hingga 28 Juli mendatang.
Bakti sosial itu dikemas dengan agenda Bakti Pemuda Terang dari Akar untuk Indonesia.
Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis oleh Ikatan di Alun-alun Rangkasbitung.
Dalam semangat kepedulian dan pengabdian terhadap masyarakat, Bakti Pemuda kembali menunjukkan komitmennya untuk mendorong kemajuan generasi muda melalui kegiatan sosial. Kegiatan ini digagas langsung oleh Ridwanul Maknunah, yang melibatkan melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten dan sekitarnya.
Acara tersebut dilaksanakan di sebuah desa terpencil di wilayah Lebak Selatan, yang selama ini dikenal minim fasilitas pendidikan dan akses informasi. Melalui kegiatan ini, Bakti Pemuda tidak hanya membawa bantuan pendidikan, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pembelajaran bagi anak-anak dan remaja di desa tersebut.
Ridwanul Maknunah menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda tahunan Bakti Pemuda untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan antara kota dan desa. “Kami ingin anak-anak di daerah terpencil juga merasakan semangat belajar yang sama seperti di kota. Mereka punya potensi besar, tinggal diberi ruang dan motivasi,” ujarnya.
Selama satu minggu pelaksanaan, para relawan Bakti Pemuda menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti kelas literasi, pelatihan menulis, belajar berhitung, hingga sesi diskusi inspiratif tentang cita-cita dan masa depan. Anak-anak yang awalnya canggung, lambat laun mulai terbuka dan aktif mengikuti setiap sesi dengan antusiasme tinggi.
Tidak hanya kegiatan pendidikan, Bakti Pemuda juga membawa perlengkapan alat tulis, buku bacaan, serta bantuan sembako untuk keluarga kurang mampu di desa tersebut. “Ini bentuk nyata kepedulian mahasiswa. Kami sadar bahwa pengabdian tidak harus menunggu lulus. Justru sekaranglah saatnya kita bergerak,” lanjut Ridwanul.
Menurut Ridwanul, kegiatan semacam ini adalah bentuk konkret dari semangat tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa IMALA tidak ingin hanya dikenal di kampus, tapi juga hadir langsung di tengah-tengah rakyat.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi. Bukan hanya bicara perubahan, tapi ikut ambil peran dalam membangun negeri, mulai dari yang terkecil,” ungkapnya penuh keyakinan.
Salah satu relawan, Alfian, mahasiswa semester lima di Fiksi Input Serang, mengaku terharu melihat semangat anak-anak desa yang tetap ingin belajar meskipun serba kekurangan. “Saya merasa belajar banyak dari mereka. Kita ke sini untuk memberi semangat, tapi justru mereka yang menginspirasi kami,” katanya.
Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan berharap Bakti Pemuda bisa terus hadir di desa mereka. “Jarang ada mahasiswa datang sampai ke sini. Ini sangat membantu, anak-anak jadi lebih semangat sekolah,” ujar Anwar, tokoh masyarakat desa.
Kegiatan ditutup dengan sesi penampilan bakat dari anak-anak desa, mulai dari membaca puisi hingga menyanyi lagu daerah. Keceriaan dan tawa menjadi penanda betapa besar dampak kehadiran di desa tersebut, walau hanya dalam waktu singkat.
Bakti Pemuda menjadi bukti bahwa kontribusi mahasiswa bukan sekadar demonstrasi di jalan, tapi juga aksi nyata di akar rumput. Dalam diamnya desa, para mahasiswa ini telah menanam benih harapan bagi masa depan anak bangsa.
Bakti Pemuda berkomitmen akan terus menggelar program serupa di berbagai wilayah Kabupaten Lebak lainnya. Karena bagi mereka, kemajuan bangsa dimulai dari anak-anak yang hari ini dibantu untuk bermimpi lebih tinggi.
Kegiatan Bakti Pemuda Terang dari Akar untuk Indonesia merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat melalui pengabdian langsung, edukasi, pemberdayaan lokal, dan pendampingan pembangunan berbasis potensi desa.
Reporter: Nurandi
Editor: Bayu Mulyana












