CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk program operasi pasar bersubsidi pada November 2026.
Program ini menyasar 2.500 penerima manfaat di 43 kelurahan guna mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), serta dampak cuaca buruk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Didin Supriatna Maulana mengatakan, program tersebut akan dilaksanakan dengan menggandeng Perum Bulog.
Sejumlah komoditas yang disiapkan untuk mendapatkan subsidi meliputi beras, tepung terigu, daging kaleng, gula, dan minyak goreng berkualitas premium.
Menurut Didin, penerima manfaat program ini merupakan masyarakat yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data penerima telah tersedia di tingkat kelurahan sehingga pemerintah dapat menentukan sasaran bantuan secara lebih terarah.
“Jadi Operasi Pasar Bersubsidi ini, harga barangnya disubsidi setengahnya. Kita sudah punya datanya di kelurahan, manakala harga bahan pokok bergejolak, kita langsung masuk,” ujar Didin, Selasa 27 Oktober 2026.
Pemkot Cilegon telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar bersubsidi.
“Kemungkinan November digulirkan, karena menghadapi cuaca buruk dan hari besar nasional Nataru. Kan biasanya kebutuhan naik tuh,” jelasnya.
Didin menambahkan, operasi pasar bersubsidi juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau ketika terjadi gejolak harga di pasaran.
Melalui program tersebut, Disperindag Cilegon berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Editor: Abdul Rozak












