RADARBANTEN.CO.ID – Dunia fashion itu seru banget, mirip dunia musik. Ada yang santai kayak lo-fi, ada yang mewah kayak orkestra klasik. Begitu juga dengan brand fashion, mulai dari yang nongkrong di jalanan bareng skater dan sneakerhead, sampai yang tampil glamor di runway Paris Fashion Week dengan gaun mewah yang bikin orang terpana.
Yuk, kita intip perjalanan brand fashion dari yang santai sampai yang kelas atas:
1. Streetwear: Gaya Santai yang Dekat di Hati
Streetwear itu ibarat playlist pas nongkrong: simple, asik, tapi tetap keren. Gaya ini lahir dari budaya jalanan — skateboard, hip hop, dan gaya hidup anak muda. Nyaman tapi punya karakter kuat.
Contohnya:
Supreme, yang terkenal dengan kolaborasi gokil dari Louis Vuitton sampai Oreo.
Stüssy, pelopor streetwear dari California sejak tahun 80-an.
Palace, brand Inggris yang unik dan sering bikin desain out of the box.
Brand lokal seperti Erigo, Thanksinsomnia, Screamous, Public Culture, yang pasti sudah akrab buat anak Jaksel.
Pakai hoodie, kaos oversized, sneakers, totebag, sudah cukup bikin kamu tampil kece tanpa ribet.
2. Contemporary / High-Street Fashion: Streetwear Versi Naik Kelas
Kalau kamu mau yang lebih rapi dan modis tapi masih terjangkau, ini pilihannya. Cocok buat hangout sekaligus acara semi-formal. Desain lebih elegan, bahan berkualitas, dan mulai ada sentuhan mewah ringan.
Brand yang terkenal di kategori ini:
Zara, H&M, Uniqlo, raksasa ritel yang koleksinya selalu update tiap musim.
COS, versi “dewasa” dari H&M yang simpel dan elegan.
A.P.C. dan Acne Studios, brand Eropa yang clean dan artsy.
Brand ini jadi jembatan antara streetwear dan luxury. Cocok buat kamu yang mulai kerja tapi ingin tetap stylish.
3. Luxury Fashion: Harga Sepatu Bisa Buat DP Motor
Masuk ke level serius. Desain unik, bahan premium, dan harganya… bikin geleng kepala. Tapi brand ini jadi panutan tren dunia fashion.
Brand mewah seperti:
Gucci, Prada, Balenciaga, legendaris dari Italia dan sering jadi trendsetter.
Louis Vuitton dan Dior, nama besar Prancis dengan koleksi seperti karya seni.
Off-White, brand streetwear yang naik kelas jadi luxury berkat Virgil Abloh.
Biasanya dipakai selebritas dan socialite yang nggak masalah keluarin duit ratusan juta buat tas. Tapi koleksinya tetap bikin kita ngiler.
4. Haute Couture: Puncak Keindahan Fashion
Ini level tertinggi, adibusana atau haute couture. Bukan sekadar baju, tapi karya seni yang dibuat tangan dengan detail luar biasa. Satu baju bisa butuh berbulan-bulan pengerjaan, dan biasanya hanya satu-satunya di dunia.
Brand yang terkenal dengan adibusana:
Chanel
Christian Dior
Givenchy
Jean Paul Gaultier
Iris van Herpen, yang desainnya futuristik dan teknologi tinggi.
Haute couture seperti opera dalam fashion: dramatis, penuh detail, dan kadang nggak masuk akal dipakai sehari-hari. Tapi di sanalah keajaibannya.
Dari Jalanan Sampai Runway
Sekarang batas antara kategori fashion semakin tipis. Banyak rumah mode mewah mulai melirik streetwear (ingat kolaborasi Louis Vuitton x Supreme?). Brand lokal pun semakin berani tampil edgy sekaligus elegan.
Yang paling penting, fashion bukan soal harga mahal atau murah, tapi soal ekspresi diri. Mau pakai thrift shop, hoodie lokal, atau blazer desainer, selama kamu nyaman dan percaya diri, itu sudah keren banget!
Editor : Merwanda










