PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) mengusulkan perubahan nama Jalan Mengger-Caringin menjadi jalan KH Mas Abdurrahman. Usulan perubahan nama dilakukan oleh PBMA sebagai bentuk penghormatan kepada Pendiri Mathla’ul Anwar KH Mas Abdurrahman.
Usulan perubahan nama itu dilakukan oleh PBMA kepada Pemerintah Provinsi Banten sesuai status jalan Mengger-Caringin masuk dalam kewenangan Pemprov Banten.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Moh. Babay Sujawandi mengatakan, nama pendiri MA KH Mas Abdurrahman diusulkan PBMA diabadikan sebagai nama jalan.
“Usulan ini diajukan oleh PBMA ke Pemprov Banten. Tujuannya agar jasa beliau tidak terlupakan dan bisa diingat oleh generasi penerus,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 28 Juli 2025.
Babay menjelaskan, langkah-langkah sudah dilakukan oleh PBMA sebetulnya sudah berlangsung lama. Bahkan tadinya mengharapkan jalan nasional Pandeglang-Labuan.
“Sebenarnya pendiri MA selevel dengan KH Hasyim Asy’ari, dengan KH Ahmad Dahlan selevel,” katanya.
KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912. Kemudian KH Mas Abdurrahman mendirikan Organisasi Mathlaul Anwar pada tahun 1916, dan KH Hasyim Asya’ri mendirikan Organisasi NU pada tahun 1926.
“Jadi sebetulnya tiga serangkai pendiri ormas besar. Untuk KH Ahmad Dahlan nama jalannya sudah banyak, kemudian begitu juga KH Hasyim Asya’ri yang belum KH Mas Abdurrahman, kita inginnya jalan Pandeglang-Labuan, jalan nasional karena sebetulnya levelnya nasional Ki Mas Abdurrahman,” katanya.
Tapi kemudian, mungkin PBMA melihat secara realistisnya lebih kepada jalan provinsi karena prosesnya mungkin lebih simpel.
“Kan itu provinsi kalau nasional harus ke pusat. Ya akhirnya sudah tidak apa-apa, dari Jalan Mengger-Caringin, kebetulan beliau juga lahir di Janaka (Desa Janaka, Kecamatan Jiput) itu terlewati lah oleh jalan itu,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











