SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – SMAN 2 Kota Serang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berprestasi. Kepala SMAN 2 Kota Serang, Mala Leviana, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal sudah memetakan potensi siswa, khususnya mereka yang diterima melalui jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik, untuk kemudian dibina secara sistematis dan berkelanjutan.
“Siswa yang masuk lewat jalur prestasi langsung kami petakan sesuai bidangnya, lalu kami bina. Mereka dilibatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler unggulan seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), debat, dan berbagai kompetisi lainnya yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas),” jelas Mala.
Pembinaan dilakukan secara intensif dengan melibatkan guru-guru yang diberikan tugas tambahan sebagai pembina. Program pelatihan rutin dilaksanakan minimal dua kali dalam seminggu, seusai kegiatan belajar mengajar, hingga sore hari. Kegiatan ini tidak dipungut biaya alias gratis dan menjadi bagian dari penguatan kurikulum sekolah.
“Anak-anak kami latih seperti ikut bimbel, tapi versi sekolah. Pembina wajib memantau satu per satu dan melaporkan aktivitas mingguan ke Ekstrakurikuler dan Kesiswaan. Targetnya jelas, berprestasi,” ungkap Mala.
Hasil dari sistem pembinaan tersebut terlihat nyata. Pada ajang OSN 2025, SMAN 2 Kota Serang berhasil meloloskan sembilan siswa di enam mata lomba ke tingkat provinsi, yakni Kebumian, Kimia, Geografi, Informatika, Astronomi, dan Fisika. Salah satu siswanya, Luki Permana, bahkan meraih Juara 1 tingkat Kota Serang dan mewakili daerah ke tingkat provinsi.
Selain itu, dalam Olimpiade Penelitian Sains Indonesia (OPSI), sepuluh kelompok siswa turut berpartisipasi. Empat kelompok di antaranya lolos seleksi tahap berkas dan melaju ke tingkat nasional.
Tak hanya bidang sains, siswa SMAN 2 Kota Serang juga mencetak prestasi di bidang non akademik. Dalam ajang FLS3N 2025, sebanyak 17 siswa mewakili sekolah di delapan cabang lomba, mulai dari tari kreasi, kriya, musik tradisional, monolog, cerpen, solo vokal pria dan wanita, hingga komik digital. Hasilnya, juara 1 tingkat kota diraih dalam cabang tari, yang juga meraih juara 1 tingkat provinsi dan melaju ke nasional. Untuk cabang kriya, sekolah meraih juara 1 tingkat kota dan juara 2 provinsi. Di bidang olahraga, cabang karate mengukir prestasi sebagai juara 1 tingkat kota dan juara 2 tingkat provinsi, yang juga mewakili Banten di tingkat nasional.
Di bidang literasi, tim debat Bahasa Indonesia SMAN 2 Kota Serang tampil gemilang. Mereka menjadi juara 2 tingkat kota, dan salah satu anggotanya meraih predikat Best Speaker serta melaju ke provinsi.
Menurut Mala, proses seleksi untuk masuk ke tim lomba dilakukan secara ketat dan bertahap. “Diseleksi siapa yang benar-benar berminat, lalu untuk OSN misalnya, dipilih lima orang, dilatih lagi, dan saat menjelang lomba tingkat kota diambil tiga terbaik. Sistem ini terus kami perbaiki agar semakin optimal,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa pencapaian siswa bisa fluktuatif, tergantung pada kualitas input peserta didik dan tingkat fokus mereka. “Kadang anak-anak pintar itu ingin ikut semua ekskul. Kami tekankan bahwa lebih baik fokus pada satu atau dua kegiatan agar hasilnya maksimal,” katanya. Saat ini, SMAN 2 Kota Serang memiliki 27 jenis ekstrakurikuler aktif.
Mala juga menjelaskan bahwa kegiatan yang difokuskan pada lomba-lomba Puspresnas dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) di bawah Kemendikdasmen, menjadi prioritas sekolah karena berpengaruh pada reputasi institusi dan menjadi modal berharga bagi siswa.
“Dari lomba-lomba Puspresnas itu, sekolah bisa mendapatkan pengakuan sebagai sekolah berprestasi. Anak-anaknya pun memperoleh sertifikat nasional yang bisa digunakan sebagai nilai tambah saat mendaftar ke perguruan tinggi ternama,” katanya.
Keberhasilan siswa SMAN 2 Kota Serang menembus universitas ternama seperti ITB, UGM, dan Unpad juga banyak ditopang oleh prestasi dalam ajang nasional. “Anak-anak yang terbiasa ikut OSN dan lomba-lomba bergengsi itu sudah terlatih mengerjakan soal-soal berat. Jadi saat seleksi PTN, mereka punya nilai tambah secara akademik dan psikologis,” kata Mala.
Ia menambahkan, selain membanggakan sekolah, kegiatan lomba ini juga membantu siswa mengenali bakat dan minatnya sejak dini, serta membangun kepercayaan diri dan daya saing di tingkat nasional.
“Buat kami, keberhasilan mereka adalah prestasi sekolah juga. Jadi, ini bukan hanya tentang piala dan penghargaan, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan siswa,” tutup Mala.
Reporter : Rostinah
Editor : Aas Arbie











