KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivis Kabupaten Tangerang, Alamsyah, mengecam keras dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Ketua RT dan RW di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, terhadap seorang pengusaha konstruksi yang tengah membangun fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Ia menyebut tindakan itu tidak hanya mencoreng nama baik lembaga RT dan RW sebagai bagian dari struktur pemerintahan, tetapi juga mengkhianati nilai gotong royong dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.
“Ini bukan hanya persoalan hukum, tapi juga soal moral dan etika. Mereka seharusnya menjadi contoh di lingkungan, bukan malah menjadi pelaku pemerasan,” tegas Alamsyah, Kamis, 31 Juli 2025.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Tangerang atas langkah cepat dalam menindaklanjuti laporan dan menangkap kedua pelaku. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberantas praktik premanisme yang berlindung di balik jabatan struktural.
“Langkah cepat Polresta patut diapresiasi. Tapi saya minta penyidik Reskrim jangan berhenti sampai di sini. Harus diusut tuntas, jangan-jangan ada aktor di belakang mereka yang lebih besar,” katanya.
Alamsyah menilai keberanian para pelaku dalam melakukan pemerasan terhadap kontraktor menunjukkan adanya kemungkinan dukungan atau arahan dari pihak lain. Oleh karena itu, ia meminta penyidik membuka seluruh jaringan yang terlibat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Arief N Yusuf, membenarkan bahwa kedua tersangka telah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan serta penahanan. Polisi menetapkan keduanya sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, yang ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara.
“Dari hasil pemeriksaan awal, kami menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai, telepon genggam, dan satu bundel kuitansi,” ungkap Kompol Arief.
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat pelaku lain atau dalang di balik aksi pemerasan tersebut.
“Kami akan terus melakukan penyidikan hingga tuntas guna memastikan semua pihak yang terlibat bisa dimintai pertanggungjawaban,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











