SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jalan rusak di Kampung Prahmatan, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, mulai diperbaiki secara swadaya oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersama warga setempat.
Aksi gotong royong ini menjadi bentuk kepedulian terhadap infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Jalan yang menjadi akses utama menuju madrasah tersebut sebelumnya dipenuhi bebatuan lepas dan lubang cukup dalam. Kondisi ini kerap membahayakan warga, terlebih saat musim hujan. Melihat urgensi perbaikan, mahasiswa KKN Kelompok 55 bersama Ketua RT dan warga pun berinisiatif melakukan perbaikan sederhana.
Perbaikan dilakukan dengan menutup lubang menggunakan batu cadas, yang dipilih karena mampu memperkuat permukaan jalan sekaligus menyerap air hujan. Selain mempermudah akses ke madrasah, perbaikan ini juga mendorong semangat gotong royong antarwarga dan mahasiswa.
“Tujuan kami bukan hanya memperbaiki jalan, tapi juga membangun rasa kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujar Fadil, Ketua Kelompok 55 KKN, Jumat, 1 Agustus 2025.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tak hanya memberikan kontribusi tenaga, tapi juga menyisihkan dana untuk membeli material. Mereka turun langsung ke lokasi, bekerja bersama warga, meskipun menghadapi keterbatasan alat dan perlengkapan.
“Kami menyadari alat yang kami miliki sangat terbatas, sehingga proses pengerjaan memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Tapi semangat warga luar biasa,” kata Fadil.
Ketua RT Kampung Perahmatan, Shuni mengapresiasi atas inisiatif dan kontribusi para mahasiswa. Menurutnya, jalan tersebut sangat vital karena selain untuk aktivitas warga, juga menjadi jalur pengangkutan kayu oleh kendaraan besar yang sering kali melebihi kapasitas jalan.
“Sudah lama kami mengusulkan pembangunan jalan ke pemerintah, tapi belum juga ada realisasi. Tahun kemarin hanya pemeliharaan ringan,” katanya.
Shuni mengatakan, salah satu kendala utama dalam pembangunan infrastruktur di wilayahnya adalah sistem drainase. Tanpa saluran air yang memadai, jalan akan cepat rusak meskipun sudah diaspal.
“Kalau langsung di-hotmix tapi tanpa drainase, jalan akan cepat hancur. Jadi kami memilih untuk memperbaiki sebisanya dulu,” jelasnya.
Editor: Abdul Rozak












