SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang mendesak agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang sudah terbentuk di berbagai desa segera memulai operasionalnya. Langkah awal yang disarankan adalah dengan menjaring anggota dari masyarakat setempat agar roda koperasi bisa segera bergerak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Serang, Sugihardono, mengatakan bahwa partisipasi masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan koperasi. Oleh karena itu, pengurus Kopdes diminta untuk mulai aktif merekrut anggota dan mempersiapkan kegiatan koperasi yang bisa dirasakan langsung oleh warga.
“Pengawas koperasi ini adalah kepala desa. Maka kami minta agar Kopdes bisa segera berjalan. Warga harus diajak bergabung sebagai anggota, karena koperasi itu prinsipnya dari anggota untuk anggota,” ujar Sugihardono saat ditemui pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang ragu atau belum memahami manfaat koperasi desa. Oleh sebab itu, kepala desa dan perangkatnya memiliki peran penting dalam menyosialisasikan keberadaan dan peran Kopdes Merah Putih di wilayah masing-masing.
“Ini menjadi tugas kepala desa untuk mengedukasi dan meyakinkan masyarakat. Kalau mereka paham manfaatnya, tentu mereka akan tertarik menjadi anggota,” tegasnya.
Sugihardono juga menekankan pentingnya pengembangan potensi lokal sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis koperasi. Ia berharap setiap Kopdes mampu mengidentifikasi dan mengelola sumber daya yang ada di desanya agar bisa dijadikan produk unggulan koperasi.
“Potensi lokal seperti hasil pertanian, kerajinan, atau produk olahan bisa menjadi core business koperasi. Kalau ini dikembangkan dengan baik, dampaknya bisa langsung terasa dan ekonomi desa bisa tumbuh,” jelasnya.
Salah satu potensi yang dinilai masih belum optimal adalah penjualan pupuk subsidi. Menurutnya, saat ini distribusi pupuk masih bergantung pada toko-toko tertentu yang telah ditunjuk, namun kerap menemui kendala di lapangan. Dengan koperasi desa yang aktif, distribusi pupuk dapat dilakukan lebih dekat ke masyarakat, sekaligus memotong rantai distribusi yang selama ini dianggap terlalu panjang.
“Kalau distribusi pupuk bisa dilakukan oleh koperasi desa, maka selain lebih dekat, harganya juga bisa lebih terjangkau. Ini bisa jadi solusi atas berbagai keluhan yang selama ini muncul,” imbuhnya.
Ia berharap, dengan berjalannya Kopdes Merah Putih secara aktif, berbagai produk dan layanan penting bisa langsung diakses masyarakat tanpa hambatan distribusi yang kompleks. Ini juga sejalan dengan visi pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berbasis pada kekuatan lokal.
Editor: Aas Arbi












