SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Philips, perusahaan global di bidang teknologi kesehatan, bersama Kementerian Kesehatan RI secara resmi mengumumkan kerja sama strategis untuk menghadirkan Cathlab canggih di seluruh wilayah Indonesia.
Kerja sama ini merupakan bagian dari proyek Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), yang bertujuan memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan nasional. Demikian isi press release yang diterima Radarbanten.co.id, 30 Juli 2025.
Proyek ini merupakan hasil dari proses lelang internasional kompetitif (ICB). Philips terpilih sebagai mitra penyedia teknologi dan layanan.
Selain pemasangan Cathlab, kerja sama ini juga mencakup layanan pemeliharaan alat dan pelatihan tenaga medis untuk memperkuat infrastruktur rumah sakit di berbagai daerah.
Inisiatif ini difokuskan pada penanganan tiga penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Teknologi Cathlab yang dihadirkan akan digunakan untuk prosedur minimal invasif, yang terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
“Pasien di Indonesia kini bisa mendapatkan akses terhadap prosedur penyelamatan jiwa tanpa harus melakukan operasi besar. Ini langkah penting dalam mengurangi beban sistem kesehatan,” ujar Roy Jakobs, CEO Royal Philips.
Sebuah studi dalam jurnal Minimally Invasive Surgery menyebutkan bahwa prosedur minimal invasif secara signifikan mengurangi rasa sakit pascaoperasi, durasi rawat inap, serta waktu pemulihan pasien dibandingkan operasi konvensional.
Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan kondisi geografis kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan pemerataan layanan kesehatan.
Saat ini, layanan medis canggih masih terpusat di Pulau Jawa, sedangkan daerah lain seperti Kalimantan, Maluku, dan Papua masih mengalami keterbatasan akses.
Melalui proyek ini, ratusan rumah sakit di 38 provinsi akan dilengkapi dengan fasilitas Cathlab, disesuaikan dengan infrastruktur rumah sakit dan kebutuhan populasi setempat.
“Perawatan minimal invasif benar-benar mengubah hidup pasien. Dengan luka sayatan kecil saja, kita bisa menangani serangan jantung, stroke, hingga tumor secara lebih efektif,” kata Carla Goulart Peron, Chief Medical Officer Philips.
Philips telah lama hadir di Indonesia dengan lebih dari 3.900 karyawan yang tersebar di 12 kota. Perusahaan ini juga mengoperasikan fasilitas manufaktur barang-barang personal health di Batam.
Philips Foundation pada bulan ini meluncurkan kemitraan dengan World Child Cancer untuk meningkatkan deteksi dini kanker anak di Indonesia.
“Kami berkomitmen mendukung transformasi layanan kesehatan Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi jangka panjang,” ujar Astri R. Dharmawan, Presiden Direktur Philips Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, jutaan pasien di seluruh Indonesia diproyeksikan akan mendapatkan manfaat dari layanan kesehatan modern yang lebih merata dan terjangkau. Selangkah lebih dekat menuju visi Indonesia Sehat.
Editor: Agus Priwandono











