KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua TP PKK Provinsi Banten sekaligus Bunda PAUD, Tinawati Andra Soni, menyampaikan apresiasi atas terobosan Kota Tangerang Selatan dalam mengembangkan pertanian urban melalui budidaya anggur lokal Ponjay Bendav (Pondok Jaya Benyamin Davnie).
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya penting dari sisi ketahanan pangan, tetapi juga sangat potensial untuk dijadikan sarana edukasi bagi anak-anak usia dini serta penguatan peran keluarga melalui PKK dan Posyandu.
“Saya merasa sangat senang melihat lingkungan seperti ini di tengah kota. Ini bisa menjadi objek edukasi luar biasa, terutama untuk anak-anak PAUD,” ujar Tinawati dalam acara panen anggur lokal yang digelar Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (APAI) Tangsel, Senin 4 Agustus 2025, di Greenhouse Kelompok Tani Cipayung, Ciputat.
Tinawati yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Provinsi Banten mengusulkan agar kegiatan seperti ini dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dengan Posyandu dan kader-kader PKK di wilayah lain.
“Posyandu dan PKK bisa ikut terlibat, apalagi kalau kita jadikan sebagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan. Ini sangat cocok dengan peran mereka di masyarakat,” tambahnya.
Ia juga membagikan pengalamannya saat mencoba langsung memetik anggur varietas Ponjay Bendav.
“Rasanya manis sekali! Ini pengalaman pertama saya memetik anggur langsung di Tangsel. Tadi Pak Wali juga sempat berseloroh soal nama varietas ini, yang unik dan penuh makna,” kata Tinawati sambil tersenyum.
Meskipun baru pertama kali mengunjungi kebun anggur ini, Tinawati mengaku sangat menikmati suasana dan merasa kelelahan dari kegiatan sebelumnya langsung terobati.
“Walaupun sebelumnya saya lelah karena ada kegiatan lain, begitu tiba di sini dan melihat semangat serta hasil panen ini, semua langsung terbayar. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Ponjay Bendav merupakan varietas anggur lokal hasil pengembangan petani urban Tangsel yang dibudidayakan hanya di lahan seluas 300 meter persegi.
Varietas ini mampu berbuah dalam waktu sekitar empat bulan dan dapat dipanen dua kali setahun. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pertanian produktif tidak selalu membutuhkan lahan luas, namun bisa dikembangkan secara intensif di kawasan perkotaan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TP PKK dan Bunda PAUD, program urban farming seperti ini dinilai mampu memperluas wawasan masyarakat tentang ketahanan pangan, kemandirian keluarga, dan gaya hidup sehat sejak dini.
“Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia. Mari kita dorong semangat bertani di kota sebagai bagian dari solusi masa depan,” pungkas Tinawati.
Editor: Mastur Huda











