SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten Serang telah dipastikan akan mendapatkan program dari pemerintah tematik dari pemerintah pusat berupa pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk penyelesaian persoalan sampah di Kabupaten Serang.
Selain program PSEL Pemkab Serang ternyata juga akan mendapatkan dua program tematik lainnya yang sudah dimasukan kedalam Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka menengah Daerah (Ranwal) RPJMD 2025-2029.
Berdasarkan informasi dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang ada sebanyak tiga program dari pemerintah pusat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Serang. Tiga program tersebut adalah, rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Kawasan Prioritas Perdesaan (KPP) serta Kampung Nelayan Merah Putih.
Kepala Bidang Bidang Perencanaan Pengendalian Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) pada Baperida Kabupaten Serang, Agus Firdaus mengatakan, ada sejumlah program tematik dari pemerintah pusat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Serang.
Bahkan, program KPP sudah mulai dilakukan kick off beberapa waktu lalu di Desa Cikedung, Kecamatan Mancak. Nantinya program tersebut akan menyasar tiga desa di Kabupaten Serang. “Adanya di Cikedung, Sangiang dan Sawarna sehingga insyaallah 2 tahun yang akan datang kita sudah tidak ada lagi desa tertinggal,” katanya Rabu 6 Agustus 2025.
Ia mengungkapkan, ada banyak sekali manfaat yang didapatkan oleh Pemkab Serang karena mendapatkan program KPP. Diantaranya ialah akan mendapatkan dukungan anggaran baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Banten.
“pertama terkait dengan kondisi peningkatan sarana prasarana dan infrastruktur itu sudah pasti. Kemudian peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan dan juga hasil akhirnya adalah peningkatan produktivitas perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Nantinya, lanjut Agus, akan ada berbagai kegiatan pelatihan yang akan diberikan kepada masyarakat, mulai dari optimalisasi wisata desa, optimalisasi hasil desa, serta pelatihan keterampilan menjahit dan lain sebagainya. Bahkan, untuk infrastruktur jaringan internet, akan ada salah satu perusahaan provider yang bakal berinvestasi di tiga desa tersebut.
“Programnya selama 5 tahun, harapannya sudah bisa menghasilkan produk bukan hanya beranjak dari tertinggal menjadi desa berkembang, tetapi bisa menjadi desa maju di Kabupaten Serang karena mendapatkan dukungan yang masif,“ ujarnya.
Sementara itu, untuk program kampung nelayan sendiri, rencananya akan dilaksanakan di wilayah pantai utara Kabupaten Serang. “Akan ada banyak pembangunan, kemudian fasilitas seperti TPI, kemudian fasilitas bantuan-bantuan bagi nelayan, apakah alat tangkap dan lain sebagainya,” ujarnya.
Selain itu, ada juga program yang sangat penting untuk penanganan persoalan sampah di Kabupaten Serang yakni program PSEL yang rencananya akan mulai dilakukan pembangunan di tahun 2026.
Agus mengaku tiga program tersebut sudah masuk dalam RPJMD Kabupaten Serang. Ia mengaku, masih ada sekitar dua atau tiga program lagi yang saat ini masih dalam proses penjajakan. “Ini belum bisa rilis karena belum ada ketetapan,” ungkapannya.
Editor: Agung S Pambudi











