PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kampung Cimedeng, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di dalam mobil tak terpakai.
Kondisi jenazah sudah membusuk saat ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 09.45 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga telah meninggal sekitar dua pekan lalu hingga jasadnya membusuk.
Kapolsek Saketi Iptu Rana Triana membenarkan temuan sesosok mayat pria tersebut. Menurutnya, jasad pertama kali ditemukan warga setempat, lalu dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Benar, jasad ditemukan dalam kondisi sudah penulangan atau membusuk. Jenazah dibawa ke Puskesmas Saketi sebelum dirujuk ke RSUD Berkah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya, Minggu 10 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis dari rumah sakit.
“Untuk penyebab kematian, kami belum bisa menyimpulkan. Identitas korban juga belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen atau tanda pengenal di lokasi,” ujarnya.
Sementara, Kepala Desa Sodong, Sofyan Rizki, membenarkan temuan mayat pria tanpa identitas di dalam mobil sedan Nissan tak terpakai di wilayahnya. Ia menyebut korban diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sudah lama meninggal di dalam mobil tersebut.
“Benar, mayat ditemukan di mobil sedan Nissan yang sudah lama tidak digunakan. Diduga korban ini ODGJ. Dari hasil pengecekan awal, jenis kelaminnya laki-laki,” kata Sofyan.
Menurut Sofyan, warga sempat melihat korban beberapa kali melintas di sekitar lokasi sekitar dua pekan lalu. Mobil tersebut milik warga desa setempat yang kondisinya sudah rusak dan tidak digunakan.
“Mobilnya sudah lama terparkir di pinggir jalan mesinnya rusak, kaca-kacanya pecah, dan hanya ditutupi terpal. Kemungkinan dijadikan tempat tinggal korban hingga akhirnya meninggal di situ,” jelasnya.
Saat ini, jasad korban sudah dievakuasi tim Inafis Polres Pandeglang ke RSUD Berkah Pandeglang. Jenazah akan menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Editor: Bayu Mulyana












